BADUNG – Bosan dengan sosialisasi pilkada dengan cara yang “begitu-begitu saja”, KPU Badung menjajal cara baru dengan mengedepankan estetika budaya. Yang dipakai adalah gaya kesenian bondres di atas mobil yang keliling daerah Badung, dengan “aktornya” adalah Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta. “Itu bagian kreasi dan inovasi kami, karena publik sepertinya agak bosan dengan sosialisasi yang formal,” kata Kayun, sapaan akrab Semara Cipta, sembari tertawa, Minggu (4/10/2020).
Menurutnya, meski dalam situasi pandemi, dia dan jajarannya di KPU Badung tetap berupaya berkreasi dan inovasi untuk sosialisasi. Meningkatkan pengetahuan dan animo masyarakat menggunakan hak pilih menjadi target yang dikejar. Karena itu, sambungnya, dirasa mesti dikemas dalam suatu performa berbeda. “Kalau selama ini kan masih formal, kami coba tambahkan dengan pertunjukan untuk lebih menarik,” sambungnya.
Ide memakai bondres, tuturnya, sesungguhnya coba-coba karena diberi topeng oleh temannya. Ketika dijalankan dan dibuatkan video, sebutnya, ternyata respons publik cukup baik. Komentar yang muncul di akun media sosial KPU Badung, banyak mengapresiasi video ketika dia cuap-cuap memakai topeng dengan dilapisi face shield (pelindung wajah). Garis besar komentar tersebut menilai strategi KPU Badung cukup menarik, tidak formal, dan lebih memancing niat untuk mendengar pesan yang disampaikan. “Mungkin karena kami mengedepankan kearifan lokal, itu yang bikin publik lebih tergiur melihat,” serunya.
Tidak hanya sekali, Kayun berkata cara serupa akan dijalankan kembali dengan memilih setiap hari Jumat. Lebih jauh lagi, sosialisasi dengan bondres akan dijalankan lebih dari sekali dalam sepekan. Tidak hanya komisioner yang bebondresan, grup bondres lokal akan diundang untuk manggung.
Tidak hanya memakai bondres, Kayun bilang akan tambah menggiatkan jajaran PPK dan PPS untuk mengamplifikasi tahapan pilkada. Tiap PPK akan disangoni Rp 10 juta dan PPS dijatah Rp 2 juta per bulan untuk sosialisasi, karena dana sosialisasi masih tersedia akibat optimalisasi dan rasionalisasi anggaran. PPK dan PPS diharap sosialisasi dengan tepat sasaran dengan bertemu langsung masyarakat di banjar-banjar, tentu dengan menerapkan ketat protokol kesehatan yakni maksimal 50 orang.
Berdasarkan video yang ada, duduk di bak belakang mobil pikap, Kayun gencar menyuarakan masyarakat Badung untuk menggunakan hak pilih. “Ingat tanggal 9 Desember 2020, gunakan hak pilih. Datang ke TPS, tetap patuhi protokol kesehatan dengan pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan,” serunya berkoar-koar dengan memakai microphone. hen
























