Bali Targetkan Tes PCR 3.000 Sampel Per Hari

Brigjen TNI Husein Sagaf. Foto: dok
DANREM 163/Wirasatya, Brigjen TNI Husein Sagaf. foto: dok

DENPASAR – Jajaran TNI terlibat aktif dalam Satgas Penanganan Covid-19. Ini berkat sinergi yang dibangun antara Pemprov Bali, Polda Bali, dan Kodam IX/ Udayana dan komponen terkait dalam upaya meredam laju penularan Covid-19 di Pulau Dewata.

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengungkapkan, Bali akan konsisten menjalankan tiga T, yakni testing, tracing dan treatment. Tiga langkah ini dinilai sangat efektif untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Bali. Terkait itu, Satgas menyiapkan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Bacaan Lainnya

“Direncanakan Satgas Covid-19 menyiapkan peralatan PCR untuk memenuhi target 3.000 sampel tes usap Covid-19 per hari,” ujar Brigjen TNI Huesein di Denpasar, Kamis (15/10/2020).

Untuk diketahui, saat ini Bali baru menyiapkan 700 sampel per hari. Danrem mengatakan PCR yang ada saat ini sebanyak 18, namun hanya 14 yang siap. Karena itu masih memerlukan tenaga ahli untuk mengoperasionalkan. Saat ini masih dalam proses, tetapi akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

Bali saat ini memang menjadi salah satu prioritas, karena posisi Bali sebagai destinasi internasional yang capaiannya, bila dilakukan dengan baik akan mempengaruhi citra positif pariwisata Indonesiadi mata internasional. “Apabila Bali lebih cepat pulih dibandingkan tempat lain, seluruh dunia akan melihat bahwa Indonesia pulih. Bali menjadi ikon dunia,” tandas Brigjen Husein.

Disebutkan, terkait posisinya yang strategis, pemerintah pusat memprioritaskan Bali untuk melakukan 3T. Terkait pelaksanaan testing, BNPB siap mem-back up Provinsi Bali untuk meningkatkan pelaksanaan testing dari sebelumnya 700 sampel per hari menjadi 3.000 sampel per hari dengan dukungan peralatan yang disiapkan oleh BNPB.

Bila testing dilakukan secara efektif diharapkan dalam dua bulan ke depan seluruh kabupaten/kota di Bali menjadi zona hijau. Memang resikonya akan ada peningkatan kasus positif harian secara signifikan setelah tes PCR lebih masif.

Dari hasil tes usap 3.000 per hari, akan segera dipisahkan orang-orang yang terindikasi dan terpapar. Yang positif Covid-19 tempatkan di hotel, tidak lagi di rumah. “Dengan dikarantina di hotel, diharapkan dalam waktu relatif cepat bisa sembuh dan kita kembalikan ke rumah masing-masing,” kata Brigjen TNI Husein Sagaf. gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses