Bahan Kampanye Pilgub Bali Didistribusikan, KPU Bali Agendakan Simulasi Pemungutan Suara Pilkada

STAF pendukung di KPU Bali melipat surat suara untuk simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2024. Foto: hen
STAF pendukung di KPU Bali melipat surat suara untuk simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2024. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – KPU Bali mengagendakan untuk melangsungkan simulasi Pilkada Serentak 2024 di TPS 003 Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Sabtu (19/10/2024) pagi mendatang. Untuk simulasi ini, KPU menggunakan surat suara bergambar menu makanan. Demikian diutarakan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Kamis (17/10/2024).

“Melalui simulasi ini, KPU akan mengecek secara detail apa saja persoalan di TPS itu, sehingga semua tahu apa yang mesti dilakukan. Juga untuk melihat apa yang bisa atau tidak bisa dilaksanakan seturut juknis (petunjuk teknis),” jelasnya.

Read More

Salah satu yang akan disoroti, ulasnya, adalah seberapa banyak waktu yang dipakai untuk memilih dengan menggunakan dua surat suara. KPI akan mengantisipasi hal-hal teknis yang kecil, dan itu menjadi penekanan kepada KPPS nanti. Pada saat bimbingan teknis (bimtek) petugas PPK yang akan bertugas di kecamatan, dia berujar akan dilakukan oleh KPU Bali. Sementara untuk petugas PPS yang akan bertugas di lingkup desa/kelurahan, bimtek ditangani komisioner KPU kabupaten/kota. Untuk KPPS, bimtek dijalankan oleh PPK didampingi PPS.

Disinggung alasan KPU Bali sampai harus turun tangan untuk membimtek PPK, Lidartawan menjawab agar lebih efektif dan efisien, serta mencegah bias informasi. Alasannya, penyampaian materi bimtek bergantung komisioner yang menjelaskan ke peserta. “Bukan, bukan karena komisioner di kabupaten/kota lemah. Mereka kan tetap sebagai pelapis kami saat bimtek untuk penguatan, dan ini efektif saat kami lakukan untuk Pemilu kemarin,” sahutnya.

Agar simulasi tidak dimaknai ada agenda terselubung oleh pihak lain, Lidartawan menyatakan surat suara yang dipakai tidak menggunakan jumlah paslon sebenarnya. Misalnya untuk Pilkada Klungkung faktanya ada tiga paslon, maka dalam surat suara simulasi akan dibuat empat paslon. Begitu juga Pilgub Bali yang diikuti dua paslon, surat suaranya dibuat tiga paslon. Angka dalam surat suara juga dibuat acak, dengan wajah paslon diganti menu makanan.

“Tujuan surat suara dibuat seperti itu, agar tidak mudah dipetakan hasilnya jika pemilihan menggunakan angka (sebenarnya). Ini juga bagian dari upaya KPU supaya tidak dituduh tendensius, meski kami tetap akan rekap internal tapi tidak dipublikasikan. Yang jelas KPU rigid memetakan potensi persoalan,” terangnya.

“Khusus mengenai Sirekap, saat simulasi di Getakan belum dipakai karena masih proses pengembangan. Tapi kami menjamin Sirekap akan dipakai saat Pilkada sebagai sumber informasi,” sambungnya.

Berdasarkan pantauan, staf dari DPD PDIP Bali mengambil bahan kampanye untuk paslon Koster-Giri di KPU Bali. Tumpukan bahan kampanye diangkut satu per satu ke dalam mobil. “Ini kayaknya isinya poster,” sebut staf itu sembari mengambil tumpukan bahan kampanye dibalut kertas putih.

“Bahan kampanye berupa poster, flyer, dan leaflet sudah didistribusikan ke paslon. APK yang kami fasilitasi juga sudah dipasang. Untuk APK yang kemarin ditertibkan Satpol PP, kami sudah instruksikan PPK dan PPS untuk mengecek agar dipasang lagi sesuai ketentuan,” pungkas Lidartawan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.