Duh, Minggu Pertama Oktober, Covid-19 Telan 31 Korban Jiwa di Bali

  • Whatsapp

Hari Ini Kasus Meninggal Dunia Bertambah 6, Terkonfirmasi Positif 105 dan Pasien Sembuh 120 Orang

DENPASAR – Angka kematian akibat covid-19 di Bali belum juga mereda hingga saat ini. Kali ini Rabu (7/10/2020), kembali dilaporkan 5 pasien positif meninggal dunia dalam perawatan. Sementara pasien sembuh masih stambil, hari ini bertambah 120 orang. Sedangkan terkonfirmasi positif juga bertambah 105 orang melalui transmisi lokal.

Bacaan Lainnya

Terkait kasus meninggal dalam kurun sepekan (minggu pertama) Oktober 2020, virus ini sudah menelan 31 korban jiwa di Bali. Rinciannya dari catatan posmerdeka.com, per 1 Oktober berjumlah 3 orang, kemudian 2 Oktober (6), 3 Oktober (3), 4 Oktober (4), 5 Oktober (4), 6 Oktober (6) dan 7 Oktober sebanyak 5 orang.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Rabu (7/10/2020), lima (5) pasien positif yang meninggal dalam perawatan terjadi di tiga kabupaten/kota, dimana Kota Denpasar mencatatkan yang tertinggi 3 orang, disusul Buleleng dan Gianyar masing-masing 1 orang.

Dengan tambahan 3 orang ini, menjadikan Denpasar mengantongi kasus kematian tertinggi di Bali sebanyak 58 orang, Gianyar dan Karangasem sama-sama 47 orang, disusul Buleleng (44), Badung (36), Bangli (28), Tabanan (28), Klungkung (10) dan Jembrana 7 orang.

Baca juga :  Pilkada 2020 di Bali

”Dengan demikian, secara kumulatif, pasien positif covid-19 yang sudah meninggal di Bali berjumlah 306 orang (3,17%) dengan rincian 914 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Rabu (7/10/2020).

Secara nasional, kasus meninggal harian sebanyak 98 orang, ada penurunan 23 orang dari jumlah sehari sebelumnya Selasa (6/10/2020) sebanyak 121 orang. Ke-98 pasien yang tutup usia hari ini dilaporkan 17 provinsi, dimana Jawa Timur sebagai penyumbang terbanyak 25 orang, disusul DKI Jakarta (15), Jawa Barat (19), Sumatera Barat (9), kemudian Bali, Jawa Tengah dan Sumetara Utara di urutan kelima sampai tujuh masing-masing 5 orang.

Kabar gembiranya, pasien covid-19 yang sembuh di Bali tetap stabil dalam lima hari beruntun hingga Rabu (7/10/2020). Artinya tingkat kesembuhannya selalu lebih tinggi dari tambahan kasus positif baru. Kali ini pasien sembuh sebanyak 120 orang, berselisih 15 orang dari tambahan harian kasus positif baru sebanyak 105 orang.

Kabupaten Badung kembali mencatatkan jumlah harian pasien sembuh terbanyak 48 orang, disusul Denpasar (29), Gianyar (11), Klungkung (9), Tabanan (9), Buleleng (8), Karangasem (3) dan Bangli 3 orang. ”Dengan demikian, total pasien positif covid-19 yang telah sembuh di Bali sebanyak 8.192 orang (84,87%) dengan rincian 8.167 WNI dan 25 WNA,” Tamah Rentin

Terkait kasus terkonfirmasi positif hari ini bertambah 105 orang, ada peningkatan 6 orang dari hari sebelumnya sebanyak 99 orang. Rinciannya, Kota Denpasar tetap menjadi penyumbang terbanyak 33 orang, disusul Gianyar (21), Badung (17), Jembrana (9), Buleleng (9), Tabanan (5), Bangli (5), Klungkung (3), Karangasem (1), WNA (1) dan dari kabupaten lain 1 PPDN.

Baca juga :  OMG..! Tiga Hari Beruntun Pecah Rekor, Hari Ini 14 Pasien Covid-19 di Bali Meninggal

”Secara kumulatif, hingga sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 9.652 orang (9.623 WNI dan 29 WNA), yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 9.652 kasus,” ungkap Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Berdasarkan data tersebut di atas, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 20 orang, menjadi 1.154 orang (11,96%) dengan rincian 1.153 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kasus positif memang ada peningkatan hari ini, tapi posisi Bali tetap diluar 10 besar nasional, tepatnya di urutan 11 sebagai provinsi penyumbang harian kasus positif covid-19 yang total berjumlah 4.538 orang. Sementara, pasien sembuh harian secara nasional berjumlah 3.854 orang.

Meski angka kesembuhan terus meningkat dalam lima hari beruntun, Made Rentin selalu mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. ”Karena, dalam upaya pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk menekan penyebaran virus ini sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan,dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Baca juga :  Buah Hati Lahir Saat Pandemi Covid-19, Andhika Wijaya Sebut Berkah

Selain itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, pemerintah juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Termasuk semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan

”Jadi, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.