ASDP Diminta Perbanyak Sosialisasi, Warga Keluhkan Pembayaran Nontunai di Padangbai-Lembar

Suryadi Jaya Purnama (SJP). Foto: ist
Suryadi Jaya Purnama (SJP). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Penerapan pembayaran tiket penyeberangan secara nontunai oleh PT ASDP Indonesia Ferry di penyeberangan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat, NTB menuju Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem, Bali menuai atensi anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama (SJP). Politisi asal Kabupaten Lombok Timur ini menilai sangat wajar banyak masyarakat mengeluhkan hal itu. Hanya, dia mendukung langkah PT ASDP, karena menggunakan uang elektronik akan membuat penumpang lebih aman dan nyaman saat bertransaksi. 

“Langkah PT ASDP adalah upaya percepatan sistem digitalisasi dari manual, tapi memang di lapangan, masa transisi saat ini, banyak keluhan masyarakat. Sebab, sosialisasi yang dilakukan masih minim terkait penggunaan e-money di masyarakat,” ujar SJP, Sabtu (15/4/2023) malam. 

Bacaan Lainnya

Dia mendaku sejak awal mengkritisi penggunaan e-money di rute penyeberangan Padangbai-Lembar, lantaran kartu uang elektronik Brizzi (BRI) justru dijual oleh koperasi. Karena itu sangat wajar jika banyak masyarakat merasa kaget dan khawatir. “Yang saya kritisi lebih pada manajemen pengelolaannya, kenapa harus pakai pihak lain alias koperasi jika hendak menyeberang? Ini harus diperbaiki agar masyarakat selaku pengguna transportasi laut bisa merasa aman dan nyaman,” seru SJP. 

Operator ASDP di rute Padangbai-Lembar diminta lebih ramah dalam pelayanan. Pertimbangannya, pengguna transportasi laut kebanyakan masyarakat ekonomi relatif menengah, termasuk juga wisatawan. Informasi penggunaan kartu uang elektronik melalui baliho dan spanduk di sepanjang areal pelabuhan diimbau diperbanyak.

“Termasuk prosedur membeli kartu. Bila perlu ada petugas ramah dan santun di setiap pintu masuk pelabuhan untuk mengarahkan para penumpang,” sarannya. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, di lain kesempatan mengatakan, ASDP mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui metode pembayaran nontunai (cashless) mulai 5 Juli 2022 lalu. Penerapan di 20 pelabuhan mencapai 100 persen.

Dalam waktu dekat ASDP akan menambah kanal pembayaran nontunai dengan menggunakan virtual account dari berbagai pilihan bank dan dompet elektronik seperti Ovo, Shopeepay, dan Linkaja. Adapun metode pembayaran nontunai yang dapat digunakan adalah kartu uang elektronik Brizzi (BRI), e-money (Mandiri), Tap Cash (BNI), Flazz (BCA) dan juga via transfer bank. Dengan metode pembayaran nontunai ini, manfaat bagi pengguna jasa sangat besar. 

Pertama, memberi rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi, juga manifest penyeberangan. Kedua, transaksi mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Ketiga, proses transaksi di toll gate lebih ringkas dan cepat, serta tidak perlu lagi antre di pelabuhan

“Naik feri akan makin mudah dan nyaman. Pengguna jasa pastikan membawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan kartu uang elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan,” pintanya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses