Air Terjun Cebure, Wisata Alam Tersembunyi dengan Pemandangan Eksotis dan Alami

  • Whatsapp
AIR Terjun Cebure di Desa Adat Rendang, Karangasem, begitu eksotis dan alami. Foto: ist
AIR Terjun Cebure di Desa Adat Rendang, Karangasem, begitu eksotis dan alami. Foto: ist

AMLAPURA –Air terjun Cebure menjadi salah satu potensi daya tarik Kabupaten Karangasem yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Lokasinya di Jalan Dukuh Sakti, Banjar Rendang Tengah, Desa Adat Rendang, Karangasem.

Kendati akses jalan menuju air terjun tersebut relatif kecil, namun panorama yang disajikan begitu asri. Hijaunya hamparan sawah dan pemandangan desa yang asri sangat sepadan mengobati rasa lelah untuk menyusuri lokasi air terjun tersebut.

Bacaan Lainnya

Perjalanan untuk menemukan lokasi Air Terjun Cebure berjarak sekitar 2 km, jika dihitung dari Jalan Raya Besakih. Setelah masuk ke Jalan Dukuh Sakti, pengunjung tidak perlu bingung untuk menuju lokasi air terjun.

Sebab beberapa pemuda akan langsung menghampiri, untuk menunjukan ke mana arah menuju air terjun. Jalan menuju ke lokasi parkir mobil sendiri relatif bagus, karena jalan tersebut merupakan jalan aspal.

Setelah turun dari lokasi parkiran mobil, pengunjung akan kembali disapa oleh pemuda-pemudi yang menjaga pemberian punia seikhlasnya dari pengunjung.

Untuk menjumpai air terjun, pengunjung harus kembali menempuh perjalan sekitar 2 km dari titik parkir mobil. Jalan tersebut berupa jalan paving setapak, yang kapasitaanya hanya bisa dilalui sepeda motor.

Baca juga :  Telur, Keju dan Vitamin K dalam Bayam Bantu Cegah Covid-19

Artinya jika Anda membawa mobil, maka bersiaplah anda untuk berjalan kaki yang cukup lumayan jauh. Namun jika Anda membawa motor, maka anda bisa memangkas waktu perjalanan menuju lokasi air terjun, karena Anda bisa parkir lebih dekat.

Kendati bisa dilalui sepeda motor, namun jalan paving tersebut cukup sempit. Sehingga sepeda motor berpapasan, maka salah satu pengendara harus mengalah untuk memberikan jalur. Selain harus berpelan-pelan, pengendara harus berhati-hati karena jalur tersebut cukup curam namun sangat eksotis.

Setelah sampai parkiran sepeda motor, pengunjung cukup berjalan sedikit untuk bisa melangkah ke anak tangga menuju air terjun. Kondisi anak tangga tersebut sudah bagus karena terbuat dari rabat beton, sehingga hal itu membuat pijakan yang nyaman dan aman bagi pengunjung.

Sekitar 800 meter berjalan menuruni anak tangga, pengunjung akan bertemu dengan lokasi air terjun. Pemandangan yang tersaji begitu asri, hamparan hijau alam yang menyelimuti air terjun bersanding dengan alaminya bebatuan yang seolah menjadi pelataran.

Selain menikmati pemandangan air terjun, pengunjung juga bisa berendam. Ke depan pihak pengelola diketahui akan membuat tempat kemping.

Air terjun tersebut baru beberapa minggu lalu dibuka untuk kunjungan umum, dimana pihak pengelola yang notabene merupakan pemuda desa terkait telah membangun fasilitas penunjang. Seperti jalan penyeberangan dari bambu, fasilitas ganti baju, tempat beristirahat dan gasebo pos peristirahatan.

Baca juga :  Tim Giriasa Disiplin Terapkan Prokes, Siapkan Tempat Cuci Tangan Sampai Penyemprotan Disinfektan

Pihak pengelola juga diketahui sangat menjaga keasrian air terjun tersebut, baik dari kebersihan dan kondisi alamiah air terjun. Selain itu pengunjung juga dilarang juga melarang dilakukan aktifitas berburu, demi menjaga habitat alami wisata alam tersebut. Pihak pengelola juga bersiap mengawasi dan mengontrol pengunjung di lokasi. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.