Ada Bangunan Diduga Langgar Sempadan di Pantai Bingin

  • Whatsapp
PENGECEKAN bangunan baru di pesisir Pantai Bingin yang diduga melanggar. foto: ist

MANGUPURA – Petugas gabungan Kantor Camat Kuta Selatan, Satpol PP BKO Kuta Selatan dan Desa Adat Pecatu, Kamis (22/10/2020) turun melakukan sidak ke Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Sidak dilakukan karena laporan masyarakat, ada indikasi pelanggaran pembangunan di pesisir pantai Bingin Pecatu. Selain lokasi di sempadan pantai, usaha tersebut juga dicurigai dimiliki orang asing.

Kasi Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Agus Alit Juwita, menerangkan, saat di lokasi petugas gabungan bertemu pelaksana proyek bernama Erwin. Ada pula Made Widra dan Kodrawan yang sudah cukup lama penggarap lahan.

Bacaan Lainnya

Dari koordinasi tersebut, kabarnya bangunan itu berdiri atas kerjasama sewa kelola dengan orang asing. Bangunan itu katanya akan dikembangkan menjadi tempat sebuah yayasan terumbu karang.

“Kami di sana memberikan langkah pembinaan kepada warga penggarap lahan, termasuk peringatan agar tidak boleh ada bangunan permanen di sempadan pantai,” tegasnya seizin Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta.

Dari informasi yang dia peroleh, Satpol PP sudah pernah memberikan peringatan atas keberadaan bangunan itu. Bahkan yang bersangkutan sudah diminta menghentikan aktivitas, dan datang ke Kantor Satpol PP Badung.

“Waktu kami melakukan pengecekan tadi, memang sepertinya sudah tidak ada aktivitas,” ujarnya sembari meminta para pihak pemilik bangunan melakukan koordinasi dengan desa adat ataupun dinas.

Baca juga :  Catat! BPBD Bangli Ingatkan Waspada Tanah Longsor

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Ops Satpol PP Badung, AA Dharma Putra, menerangkan pihaknya sebelumnya memang sudah menyikapi munculnya bangunan tersebut. Sayangnya saat pemanggilan pertama, pihak pemilik mangkir. Karena itulah dalam waktu dekat kembali melayangkan surat panggilan kedua. “Maunya besok kita berikan panggilan ke dua,” katanya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.