POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Puluhan siswa di SDN 3 Amerta Bhuwana, Kecamatan Selat, Karangasem, terpaksa menjalani proses pembelajaran di ruang kelas dengan kondisi atap bocor, dan material bangunan lapuk yang terancam ambruk. Kondisi ini kian memprihatinkan saat hujan turun, karena proses belajar-mengajar terpaksa dihentikan akibat tidak adanya ruang kelas pengganti yang memadai.
Dalam video amatir yang beredar, terlihat air hujan masuk ke ruang kelas III. Meski dihantui rasa takut akan bahaya bangunan roboh, para siswa awalnya tetap berupaya mengikuti pembelajaran tatap muka.
Pantauan di lokasi menunjukkan plafon ruangan bolong dan nyaris jebol, karena penyangga atap yang rusak. Selain itu, tembok gedung kelas juga mengalami retak-retak yang mengganggu kenyamanan serta keamanan siswa di dalam kelas.
Kepala SDN 3 Amerta Bhuwana, Eka Krisnawathy, Minggu (15/3/2026), mengungkapkan, kerusakan ruang kelas III tersebut sudah terjadi sejak tujuh tahun lalu. Pihak sekolah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada pihak terkait, tapi hingga kini belum ada tanggapan sehingga kerusakan kian parah.
“Saat ini pihak sekolah merelokasi tempat pembelajaran ke ruang gudang yang ukurannya lebih kecil. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, serta demi menjamin keselamatan siswa dan guru,” jelas Krisnawathy.
Secara keseluruhan, terdapat dua ruang kelas yang bocor dengan kondisi tembok retak serta kusen pintu yang lapuk. Tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 40%. Kekhawatiran terbesar adalah atap bangunan ambruk karena tidak kuat menahan beban air saat hujan deras. “Karena itulah proses belajar-mengajar di kelas dihentikan dan siswa dipindahkan ke gudang,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, menjelaskan, SDN 3 Amerta Bhuwana memiliki enam ruang kelas. Dari jumlah tersebut, tiga kelas dalam kondisi baik, sementara tiga lainnya rusak. “Penanganan akan dilakukan secara bertahap mengingat banyaknya sekolah yang rusak di Karangasem. Perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari kategori rusak berat hingga sedang,” pungkas Budiadnyana. nad
























