Raker KONI Badung 2026, Made Sutama Dorong Penguatan Administrasi Atlet

KETUA Umum KONI Badung Made Sutama, memberi keterangan pers kepada sejumlah awak media, disela Rakerkab KONI Badung, di Ruang Madya Gosana Kantor DPRD Badung, Jumat (13/3/2026). foto: yes

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Belum ada sebulan pasca dilantik, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Badung langsung menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana yang dilaksanakan, di Ruang Madya Gosana DPRD Badung, Jumat (13/3/2026). Kepengurusan KONI Badung masa bhakti 2025-2029 dilantik Rabu (18/2/2026) lalu.

Kepada sejumlah awak media usai membuka Raker itu, Ketua Umum KONI Badung I Made Sutama mengungkapkan, ada beberapa hal penting yang akan dibahas, seperti penguatan administrasi yang menjadi fondasi utama keabsahan kepengurusan dan atlet agar tidak digugat, penguatan organisasi serta evaluasi prestasi cabor

Read More

Sebagaimana diketahui pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, sejumlah atlet Badung dari beberapa cabor tidak bisa bertanding setelah diprotes lawan karena adimistrasi seperti menyalahi aturan mutasi atlet.

Dari cabor angkat berat misalnya, 6 atlet angkat berat Badung dicoret alias tidak bisa ikut Bali 2025 karena tersandung masalah adimistrasi. Keenam atlet angkat berat Badung itu yakni; Rahma Oktavia, Nur Vinatasari, Okik Pradana, Andre, Abrar Anandikka Joeswardhana dan Bismar Maulana.

Sutama tentu sangat berharap, hal-hal seperti itu (atlet Badung tidak bisa bertanding) karena tersangkut adimistrasi, tidak terulang lagi pada Porprov Bali 2027 yang akan dilangsungkan di Kabupaten Buleleng.

Tidak hanya atlet, kepengurusan cabang olahraga (cabor) anggota KONI Badung, juga dituntut tertib admistrasi karena hal itu terkait dengan pengucuran dana pembinaan.

”Jangan harap dana pembinaan bisa cair bagi Pengkab cabor yang tidak tertib administrasi,” tegas Sutama. ”Sebaliknya, Pengkab Cabor yang tertib administrasi, sudah bisa mengambil dana pembinaan,” imbuhnya, didampingi Sekretaris Umum KONI Badung I Ketut Widia Astika.

Ditanya, apakah ada grate atau kriteria pemberian dana pembinaan kepada Pengkab Cabor? Sutama menegaskan, dana pembinaan yang diterima berbeda-beda disesuaikan dengan prestasi masing-masing cabor.

KETUA Umum KONI Badung Made Sutama menyerahkan dana pembinaan secara simbolis kepada Pengkab Cabor saat Rakerkab KONI Badung, di Ruang Madya Gosana Kantor DPRD Badung, Jumat (13/3/2026). foto: yes

Seperti cabor juara umum, dimana 20 cabor yang berhasil menjadi juara umum, 21 cabor meraih emas tapi tidak juara umum, sisanya tidak meraih medali emas. ”Sudah ada pola serta parameternya,” jelas Sutama, seraya menambahkan dana pembinaan cabor tidak hanya bersumber dari KONI, bisa juga diusahakan dari luar, seperti sponsor, pribadi, ataupun CSR.

Raker, tambah dia, juga membahas kiat-kiat untuk mencapai hasil terbaik untuk menjadikan Badung sebagai juara umum ke-11 kalinya secara beruntun pada Porpov Bali 2027. ”Apakah harus mendatangkan pelatih level nasional untuk melatih di Badung,” ujar Sutama.

“Kelemahan kita di Badung memang masalah kepelatihan. Pelatih kita mayoritas masih lokal. Begitu kita berhadapan dengan luar daerah, kita sering kali kalah,” tambah Sutama, seraya meminta bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) diharapkan segera mengevaluasi hasil prestasi Badung pada Porprov Bali 2025. .

Dalam Raker tersebut, Made Sutama menyerahkan secara simbolis dana pembinaan kepada cabang olahraga (cabor) dibawah naungan KONI Badung. Ada beberapa cabor yang belum diproses dana pembinaannya dikarenakan administrasinya masih bermasalah.

Pada Raker yang dihadiri seluruh pengurus KONI Badung dan perwakilan 55 cabor tersebut, disamping presentasi dari bidang Binpres, juga dilakukan presentasi dari bidang Organisasi. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.