POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Desa Sibetan, Karangasem, kembali menjadi pusat perhatian dunia. Melalui gelaran World Food Day Field Day 2025, daerah penghasil salak tersohor ini menghadirkan pertemuan internasional yang bukan hanya berbicara soal ketahanan pangan, juga merayakan keindahan agroforestri, budaya, hingga kreativitas masyarakat lokal.
Kegiatan yang digelar Rabu (26/11/2025) itu dihadiri delegasi duta besar serta perwakilan negara sahabat, menghadirkan pengalaman menyeluruh dari peninjauan lapangan hingga pameran produk unggulan khas Karangasem.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, dalam sambutannya menegaskan, Field Day adalah momentum penting untuk memperkuat kemitraan global, sekaligus menampilkan keunggulan Karangasem. Terutama Sistem Agroforestri Salak Sibetan yang telah diakui dunia melalui status GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems) dari FAO. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal Karangasem mampu menjadi model praktik pertanian berkelanjutan dunia.
Usai pembukaan, para delegasi diajak menyusuri pameran produk pertanian, kerajinan, dan olahan UMKM yang disiapkan masyarakat setempat. Wabup Pandu menyapa para perajin, sedangkan para tamu asing antusias memperhatikan setiap detail kain tradisional, tenun, serta hasil olahan salak dan mencicipi berbagai produk lokal seperti wine salak, minuman fermentasi. Suasana pameran berlangsung hangat, penuh interaksi antarbudaya.
Pameran ini tidak sekadar menampilkan produk, juga menunjukkan bagaimana agroforestri salak mendorong inovasi ekonomi masyarakat Sibetan. Delegasi internasional terlihat kagum pada keragaman produk yang dihasilkan dari komoditas lokal, serta terkesan oleh keramahan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wabup Pandu kembali menyoroti pentingnya keadilan harga bagi petani salak. Pandu mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, untuk memperkuat rantai nilai agar petani menerima harga yang layak. “Petani adalah ujungtombak. Pengakuan GIAHS harus benar-benar memberi manfaat bagi mereka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Karangasem, sambungnya, berkomitmen memperkuat keberlanjutan GIAHS melalui program peningkatan kapasitas petani, bantuan sarana prasarana, serta kerja sama berbagai pihak demi penguatan ekonomi lokal. “Bupati IGP Parwata dan dia berharap acara ini, yang membawa kehadiran delegasi dari berbagai negara, mampu membuka peluang kolaborasi baru dalam bidang pertanian, pariwisata, dan perdagangan. nad
























