Wawali Arya Wibawa Buka Pelatihan Pemandu Ekowisata

  • Whatsapp
ACARA pembukaan pelatihan pemandu ekowisata yang diikuti 40 peserta, di Grand Mirah Hotel Denpasar, Senin (1/11/2021). foto: ist

DENPASAR -Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membuka pelatihan pemandu ekowisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Denpasar, di Grand Mirah Hotel Denpasar, Senin (1/11/2021).

Pembukaan juga dihadiri Kadis Pariwisata, MA Dezire Mulyani, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Ir Made Sudarta, Inbound Tour Operator Association (INTOA) BALI, Asosiasi Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI Bali) sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Dalam sambuatannya, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, pandemi covid-19 berdampak besar terhadap semua aspek kehidupan termasuk sektor pariwisata. ”Memang merupakan musibah global yang tidak dapat dihindari. Namun, kita harus bijaksana menyikapi pandemi ini sebagai waktu untuk berkontemplasi dan membenahi pariwisata kita, baik dari segi sarana prasarana CHSE maupun kualitas SDM,” ujarnya.

Wawali menekankan, di tengah persaingan destinasi yang semakin kompetitif dan mulai dibukanya border pariwisata Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara, maka kesiapan destinasi perlu terus ditingkatkan dari berbagai aspek.

Pariwisata pasca pandemi tampaknya mengalami pergeseran yang mengarah pada pariwisata yang berbasis alam. Karena itu, perlu melakukan diversifikasi pasar dengan mengembangkan segmentasi pasar ekowisata dengan aktivitas-aktivitas yang terkait di dalamnya, serta meningkatkan kualitas layanan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing, lebih berkualitas, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Baca juga :  Koster Perjuangkan Revitalisasi Situs Sejarah Puri Kelodan Amlaraja Karangasem

Tidak lupa, Wawali juga memaparkan, dasar pengembangan pariwisata adalah trust, lebih-lebih di masa sekarang ini, di mana semua daerah tujuan wisata di seluruh dunia berlomba-lomba ingin membuka gerbangnya, maka perlu menyiapkan berbagai aspek untuk dapat memenangkan persaingan global. Pelaksanaan prokes secara baik di sebuah destinasi merupakan branding yang paling utama saat ini.

“Seluruh stakeholder pariwisata, untuk menjaga kepercayaan pasar dan menyatakan bahwa Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi. Saya berpesan kepada seluruh peserta pelatihan ini untuk menjaga komitmen membangun pariwisata Bali yang lebih baik dengan mengikuti pelatihan ini dengan bersungguh-sungguh. Saya percaya dengan tekad dan keyakinan yang tulus, hal-hal baik akan mewujud secara nyata,” ujarnya.

Sementara Kadis Pariwisata, MA Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf I Wayan Hendaryana mengatakan pelatihan Pemandu Wisata Buatan Ecopark bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pemandu wisata alam ekowisata agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kepemanduan Wisata alam Ekowisata.

Ditambahkan, pelatihan dilaksanakan selama 3 hari hingga 3 November 2021, dimana dua hari teori praktek di ruangan dan hari ketiga praktek dan diskusi kelompok di Teba Majalangu, Desa Budaya Kesiman Kertalangu, Denpasar. Pelatihan diikuti 40 peserta dari Desa Wisata dan masyarakat umum, dengan narasumber dari HPI Bali serta narasumber lain yang berpengalaman mengelola serta memandu wisata Ekowisata. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.