Warga Tolak Portal Parkir di Pintu Keluar-Masuk Serangan

  • Whatsapp
PULUHAN warga saat melakukan unjuk rasa di pintu masuk Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kamis (2/9/2021). foto: rap

DENPASAR – Puluhan warga melakukan unjuk rasa di pintu masuk Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kamis (2/9/2021) pagi. Mereka memprotes dan menolak pemasangan portal retribusi parkir di pintu keluar-masuk wilayah Desa Adat Serangan.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 Wita diikuti perwakilan warga dari sejumlah banjar di Desa Adat Serangan. Para pengunjuk rasa minta agar portal yang dipasang oleh Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Denpasar di lokasi segera dibongkar. Saat aksi itu, massa hendak membongkar sendiri portal tersebut. Namun hal itu urung dilakukan setelah berhasil ditenangkan aparat kepolisian dan TNI.

Bacaan Lainnya

Salah seorang perwakilan warga, Ketut Yasa, dalam orasinya, dengan tegas meminta portal retribusi dicabut dari pintu keluar-masuk Serangan. Warga asal Banjar Kaja, Serangan ini menilai pemasangan portal tersebut salah tempat. “Kami menyetujui dipasang portal retribusi, namun lokasi agar ditempatkan kantong-kantong parkir atau lokasi masuk objek dan bukan pada akses masuk Serangan,” katanya.

Rencana pengelolaan parkir berbasis IT pada akses kawasan masuk Desa Wisata Serangan ini merupakan kerja sama Desa Adat Serangan dengan Perumda BPS Denpasar. Sayangnya, saat aksi demo berlangsung, Bendesa Adat Serangan tidak ada di lokasi karena sedang menghadiri acara keagamaan di luar Denpasar.

Baca juga :  Peran Aktif Para Dokter dan Peneliti di Media Sosial Bantu Cegah Penyebaran Hoaks Covid-19

Sekretaris Desa Adat Serangan, Wayan Erik, yang mewakili Bendesa Adat Serangan mengatakan aksi protes dari masyarakat untuk sementara akan membuka portal sambil mengajak masyarakat berdiskusi lebih lanjut.

Sementara itu, Kasi Data dan Program Perumda BPS Denpasar, I Made Ardana, yang hadir di lokasi, mengatakan penolakan yang dilakukan warga ini bukan ranahnya, melainkan ranah Desa Adat Serangan. Ia menjelaskan, pemasangan portal retribusi parkir berdasarkan permohonan pengelolaan parkir dari Desa Adat Serangan pada Februari 2021.

Ardana menerangkan, ada empat portal retribusi parkir yang dipasang di pintu keluar-masuk Serangan. Portal retribusi parkir tersebut sudah dipasang pada 30 Agustus lalu. Perumda BPS bekerja sama dengan pihak rekanan PT SPI (Secure Parking) untuk penyediaan peralatan, IT, dan lain sebagainya.

Adapun besaran tarif parkir yang ditetapkan untuk wisatawan atau pengunjung yakni Rp2 ribu untuk motor, Rp5 ribu untuk mobil, Rp10 ribu untuk truk dan bus. “Total ada empat portal yang dipasang,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak mengira akan terjadi demo penolakan dari warga sekitar, sebab sosialisasi yang dilakukan sebelumnya telah berjalan lancar. “Tanggal 1 sampai tanggal 3 September kami sosialisasi kepada warga, kepada masyarakat yang berkunjung ke sini. Tanggal 4 rencananya kami sudah berbayar sesuai dengan tarif,” kata Ardana.

Untuk membedakan warga setempat dan wisatawan atau pengunjung yang datang ke Serangan, kata dia, telah disediakan kartu member. Diperkirakan ada 1.000 lebih kendaraan milik warga setempat dan juga pihak sekolah yang difasilitasi gratis saat melewati portal retribusi ini. Namun diakui beberapa warga memang belum mendapatkannya.

Baca juga :  Pemprov Bali Batasi Kegiatan Libatkan Banyak Orang

Guna penyelesaian masalah ini, pihak Perumda BPS Denpasar menyerahkan sepenuhnya ke Bendesa Adat Serangan. “Terkait dengan tidak setujunya warga, itu kami serahkan ke Jro Bendesa. Karena itu ranahnya Jro Bendesa. Pimpinan desa yang membawahi banjar-banjar adat itu,” terangnya.

Ardana juga menjelaskan mengenai bagi hasil dari kerja sama pengelolaan parkir ini. Dia menyebut bagi hasil parkirnya dari pendapatan kotor dikurangi 20% pajak daerah (pajak parkir) dan setelah itu dikurangi biaya operasional. Dari pendapatan bersih itu, 70% peruntukannya ke Desa Adat Serangan dan 30% ke Perumda Bhukti Praja Sewakadarma. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.