Wali Kota Denpasar Hadiri Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub Pagan

WALI Kota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub, Desa Adat Pagan, Kota Denpasar pada Rabu (11/10/2023). Foto: ist
WALI Kota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub, Desa Adat Pagan, Kota Denpasar pada Rabu (11/10/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Upacara tawur balik sumpahserangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub, Desa Adat Pagan pada Rabu (11/10/2023). Selain tawur, pada hari yang sama juga turut dilaksanakan upacara mapedanan.

Pelaksanaan upacara itu juga dihadiri Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana; Panglingsir Puri Agung Ksatria Denpasar, AA Ngurah Oka Ratmadi; Perwakilan Polresta Denpasar; Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana; Bendesa Adat se-Kota Denpasar. 

Bacaan Lainnya

Wali Kota Jaya Negara didampingi Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, dan Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub Desa Adat Pagan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karenanya ,sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama Desa Adat Pagan menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. 

Bendesa Adat Pagan, I Wayan Subawa, menjelaskan, Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Tungkub, Desa Adat Pagan ini dilaksanakan lantaran telah lama tidak dilaksanakan karya serupa. Pelaksanaan ini merupakan wujud bakti krama Desa Adat Pagan kepada sesuhunan yang berstana di Pura Dalem Tungkub. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai sejak 14 September 2023 dengan melaksanakan matur piuning. Dilanjutkam pada Minggu (8/10/2023) dilaksanakan upacara melasti dan pakelem. Puncak karya akan dilaksanakam pada Saniscara Pon Matalnemoning Tilem Sasih Kapat, pada 14 Oktober 2023. Sedangkan upacara nyegara gunung akan dilaksanakan pada 23 Oktober 2023.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak. Semoga karya agung ini dapat berjalan lancar, labda karya sidaning don,” ujar Bendesa Adat Pagan. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses