Visitasi ke Sekolah, Asesor Diminta Jaga Kredibilitas dan Profesionalisme

KETUA BAN-S/M Bali, I Wayan Suwira, ketika membuka pembekalan bagi asesor yang akan ditugaskan untuk melakukan visitasi ke sekolah, Jumat (14/7/2023). Foto: ist
KETUA BAN-S/M Bali, I Wayan Suwira, ketika membuka pembekalan bagi asesor yang akan ditugaskan untuk melakukan visitasi ke sekolah, Jumat (14/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Selama menjalankan tugas-tugasnya di sekolah asesor harus selalu berhati-hati. Sebab apapun yang dilakukan asesor di sekolah tidak luput dari pengamatan. Oleh sebab itu, para asesor yang akan ditugaskan untuk melakukan visitasi ke sekolah harus mampu menjaga nama baik diri sendiri, maupun lembaga dalam hal ini BAN-S/M.

“Bapak/ibu harus mampu menjaga diri. Sebab sulit membedakan mana pribadi mana jabatan asesor,” tegas Ketua BAN-S/M Bali, I Wayan Suwira, ketika membuka pembekalan bagi asesor BAN-S/M Bali yang akan ditugaskan untuk melaksanakan visitasi tahap II dan III  yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting, Jumat (14/7/2023).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Suwira mengemukakan, dari hasil evaluasi dan refleksi serta laporan dari masyarakat hingga saat ini masih ditemukan indikasi ada oknum asesor yang belum mampu mentaati norma dan etika yang telah disepakati. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi BAN-S/M sehingga nantinya asesor yang ditugaskan ke sekolah benar-benar mampu menjalankan tugasnya dengan professional.

“Masih ada informasi dari masyarakat yang menyebutkan oknum asesor yang menyimpang dari norma dan etika seperti waktu pelaksanaan yang tidak sesuai, serta pelanggaran etika lainnya,” tegas Suwira.

Dengan pembekalan ini, lanjut Suwira, pihaknya berharap hal-hal yang terjadi sebelumnya tidak akan terulang lagi pada kegiatan visitasi tahap II dan III mendatang. “Untuk itu, kami berharap para asesor yang mengikuti kegiatan ini benar-benar mampu menjaga marwah seorang asesor melalui kerja professional, selalu berpedoman pada norma dan etika yang telah digariskan,” tegas Suwira.

Selain menekankan pentingnya mematuhi norma dan etika, dalam kesempatan tersebut Suwira juga kembali mengajak para asesor BAN-S/M Bali untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Dengan demikian, hasil kerjanya dalam bentuk laporan hasil visitasi benar-benar dapat dipercaya dan sesuai dengan kaidah akademik.

“Untuk itu para asesor harus terus mengembangkan kemampuan baik dalam memvalidasi hasil visitasi, maupun dalam menyusun rekomendasi. Sebab masih ada sekolah yang mengaku bingung untuk membaca rekomendasi serta tidak sesuai dengan kondisi sekolah,” ungkap Suwira.

Pembekalan asesor BAN-S/M Bali berlangsung setengah hari. Selain menghadirkan ketua BAN-S/M Bali sebagi narasumber, juga menghadirkan narasumber lain dari anggota BAN-S/M Bali, serta TIM IT.

Sehari sebelumnya BAN-S/M Bali juga melakukan sosialisasi pelaksanaan akreditasi tahap II dan III bagi sekolah yang menjadi sasaran. Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris BAN-S/M Bali, Ni Wayan Mudiarni, diikuti oleh semua sekolah sasaran akreditasi di Provinsi Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses