POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pada sejumlah orang, kesehatan reproduksi (Kespro) merupakan hal yang masih tabu sebagai bahan pembicaraan. Hal ini membuat remaja kadang tidak mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi karena batasan tabu ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menyampaikan, kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui oleh anak termasuk remaja. “Kespro ini bisa diberikan di sekolah-sekolah, tidak harus dengan menunjukkan alat kelaminnya langsung. Tetapi juga bisa dengan melalui animasi atau membuat dokumenter yang singkat dan jelas. Tidak perlu ditampakkan alat kelamin,” ujarnya saat rapat rutin MKKS SMP Kota Denpasar di SMPN 14 Denpasar, Jumat (14/7).
Menurut Agung Wiratama, salah satu penyebabnya, kesehatan reproduksi sering dianggap sebagai hal tabu, karena hanya dikaitkan dengan masalah hubungan seksual. Padahal kesehatan reproduksi memiliki ruang lingkup yang luas, seperti sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya, termasuk edukasi tentang menstruasi, edukasi terkait penyakit menular seksual, dan sebagainya.
Karenanya, Agung Wiratama menyerukan agar seluruh persekolahan SMP di Kota Denpasar menggalakkan pendidikan kesehatan produksi pada siswa. Menurut dia, permasalahan kesehatan reproduksi yang terjadi di masyarakat merupakan hasil dari kurangnya sosialisasi, bahkan pendidikan dan pencegahan yang tidak tepat.
“Pendidikan seksual di sekolah perlu diberikan sejak dini. Dikemas dengan materi menjaga kesehatan reproduksi. Sebab usia dini adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan tersebut. Sehingga bisa menjadi aset dalam jangka panjang,” serunya.
Ditegaskan, pendidikan seks bukan melulu soal hubungan seksual tapi juga pendidikan kesehatan reproduksi yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan organ-organ reproduksi. Kurangnya edukasi seksual terutama berkaitan dengan reproduksi, dapat memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Terutama penyakit menular seksual (PMS). tra
























