MANGUPURA – Upacara Nangluk Merana yang rutin tiap tahun dilaksanakan Desa Adat Kuta pada hari Kajeng Kliwon Uwudan, Sasih Kenam, kali ini digelar pada Rabu (25/11/2020). Oleh karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan upacara ini bakal dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian berkaitan protokol kesehatan (prokes).
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, Senin (23/11/2020), menerangkan, makna upacara Nangluk Merana adalah untuk memohon kerahayuan jagat kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa agar masyarakat Kuta diberikan kemakmuran dan terhindar dari hal-hal negatif serta terhindar dari bencana dan wabah penyakit.
‘’Ada sejumlah penyesuaian yang dilakukan selama upacara, menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Ini merupakan langkah kami untuk tetap melaksanakan tradisi adat keagamaan tanpa mengesampingkan anjuran pemerintah kaitan dengan protokol kesehatan cegah Covid-19,’’ katanya.
Wasista menjelaskan perbedaan pelaksanaan upacara besok dibandingkan prosesi pada Nangluk Merana tahun-tahun sebelumnya. Dalam prosesinya nanti, usai pelawatan dari masing-masing banjar melakukan prosesi upacara di persimpangan, maka pelawatan akan diiring kembali ke payogan masing-masing. Sementara dalam pelaksanaan sebelumnya, pelawatan masing-masing banjar akan diiring menuju Pura Dalem usai dilakuian proses di persimpangan.
Perubahan ini terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerumunan masyarakat di Pura Dalem. ‘’Kendati demikian, hal itu tidaklah mengurangi makna dari penyelenggaraan Nangluk Merana itu sendiri,’’ tegas Bendesa Adat Kuta.
Lebih jauh dijelaskannya, prosesi upacara di masing-masing persimpangan, waktu pelaksanaannya akan dimulai sekitar pukul 07.00. Sedangkan untuk di Pura Dalem, prosesi upacara akan dimulai sekitar pukul 10.00. Dia berharap semua proses upacara tersebut bisa rampung dilaksanakan sekitar pukul 12.00.
Dalam pelaksanaan upacara ini, semua pengiring diwajibkan menggunakan masker. Pihaknya juga menyediakan sarana tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh utamanya di Pura Dalem. “Mudah-mudahan, apa yang menjadi harapan kaitan dengan pelaksanaan prosesi ini benar-benar bisa terwujud. Termasuk gering agung Covid-19, melalui upacara ini kami harap bisa segera usai, dan kehidupan serta pariwisata bisa kembali normal,” harapnya. gay
























