Upacara Agama, Kehadiran Warga Maksimal 30 Orang

  • Whatsapp

BANGLI – Selama berjalannya PPKM Darurat, kehadiran warga dalam kegiatan agama dan adat di Kabupaten Bangli dibatasi maksimal 30 orang. Hal itu ditegaskan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana, Kamis (8/7/2021).

Sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada 3 Juli lalu, Kayana mengaku menggelar rapat sosialisasi dengan para bendesa adat se-Bangli secara virtual.

Bacaan Lainnya

Dalam sosialisasi itu ditekankan semua bendesa adat mempedomani SE Gubernur Bali sebagai upaya menekan penularan Covid-19 di Bangli. “Semua bendesa adat kami minta mematuhi SE Gubernur dalam setiap kegiatan adat maupun agama selama diberlakukannya PPKM Darurat,” ujarnya.

Desa adat yang akan melangsungkan kegiatan adat seperti pitra yadnya massal tetap diizinkan, tapi kehadiran krama dibatasi maksimal 30 orang guna mencegah kerumunan. Dia minta panitia agar membuat name tag bagi peserta, dan hanya orang yang memakai identitas itu boleh masuk ke lokasi upacara. Panitia juga diminta tidak memfokuskan kegiatan dalam satu tempat.

“Dengan banyak tempat, tentu warga bisa dipecah-pecah; satu tempat 30 orang dan tempat kedua 30 orang. Kami harap semua dipatuhi demi keselamatan bersama, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak,” pintanya.

Baca juga :  Satpol PP Bangli Akan Tutup Toko Swalayan Membandel

Untuk pengawasan, pihaknya minta bendesa adat melibatkan Satgas Gotong Royong, dan selalu melakukan koordinasi dengan Satgas Desa Dinas. “Kegiatan adat dan agama ini harus mendapat izin atau rekomendasi dari Satgas Pananggulangan Covid-19 Kabupaten,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.