POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sebagaimana galib berlangsung selama ini, bertepatan dengan hari libur sekolah dan Hari Umanis Galungan, Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli mengalami lonjakan pengunjung. Selain pelancong lokal, juga wisatawan mancanegara. Di sisi lain, karena akan ada upacara, Desa Penglipuran akan ditutup untuk umum pada 6 Agustus 2023.
Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarta, Kamis (3/8/2023) menuturkan, lonjakan kunjungan wisatawan pada momen Umanis Galungan memang selalu terjadi.
Walaupun wisatawan domestik, terutama para pelajar selesai liburan, masih ada saja sekolah yang studi tur dari luar Bali. Termasuk mahasiswa yang melakukan KKL.
“Sudah sejak jam 08.00 pagi ramai kunjungannya. Ini bisa berlangsung hingga jam 18.00, mencapai 3.000 orang lebih , termasuk tamu mancanegara,” ujarnya.
Adanya kegiatan bertaraf internasional yang diselenggarakan di Bali beberapa bulan lalu, sambungnya, sebagian peserta sempat berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran.
Kunjungan dinilai berimbas kepada meningkatnya citra pariwisata Bangli. Selain itu dapat memberi dampak signifikan dalam mengangkat tingkat kunjungan wisatawan. “Dan, tentu saja, meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuh Sumiarta.
Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, menambahkan, Desa Adat Penglipuran akan melaksanakan karya ngresigana, melaspas dan pasupati Barong. Karena itu pada tanggal 6 Agustus mendatang, Desa Penglipuran akan ditutup sementara.
Upacara dilaksanakan setelah Desa Adat melakukan rehab atau ngodakin Ida Sesuhunan berupa Barong. Proses perbaikan selesai pada 28 Juli lalu, dan ada upacara melaspas tapakan Ratu Gede ini akan nyejer sampai Hari Raya Kuningan pada 12 Agustus nanti.
Pada hari yang sama, terangnya, akan dilakukan prosesi tirtayatra dengan lokasi di Tirta Empul, dan di Bukit Pucak Penulisan, Kintamani, Bangli. Kegiatan akan diikuti 1.000 krama Desa Penglipuran, dan selama itu hanya beberapa warga dan pecalang yang berjaga di desa. Sebagian besar masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan.
”Kami khawatir jika dibuka pelayanan kepada perusahaan maupun wisatawan yang berkunjung, tidak bisa maksimal melayani. Karena itu, pengelola sepakat penutupan kunjungan wisatawan tanggal 6 Agustus, tanggal 7 Agustus sudah normal kembali. Kami berharap masyarakat yang ikut upacara bisa lebih nyaman dan fokus sembahyang,” katanya.
Penutupan kunjungan wisatawan ke Penglipuran disebut disosialisasikan ke sejumlah pihak, baik ke Disparbud Bangli hingga operator perjalanan wisata yang berlangganan berkunjung ke Penglipuran. gia
























