Uang Tercecer di Jalan, Polisi Cek Lokasi dan Panggil Saksi

  • Whatsapp
POLSEK Baturiti memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan atas adanya laporan uang tunai Rp94.188.000 yang hilang, Selasa (22/12/2020). Foto: ist
POLSEK Baturiti memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan atas adanya laporan uang tunai Rp94.188.000 yang hilang, Selasa (22/12/2020). Foto: ist

TABANAN – Polisi melakukan pengecekan ke lokasi dan memanggil saksi-saksi, terkait laporan uang tunai Rp94.188.000 yang jatuh tercecer di seputaran jalan jalur Denpasar-Singaraja, di Banjar Abianluang, Desa/Kecamatan Baturiti. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ungkap Kapolsek Baturiti AKP Fahmi Ramdani, Selasa (22/12/2020).

Di media sosial, kabar tentang berita tersebut pun ramai dibanjiri beragam komentar. Ada yang merasa kasihan, ada pula yang meragukan kejadian tersebut. Terlepas dari beragam komentar warganet, Fahmi justru fokus untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan atas laporan kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami berdasarkan fakta dan hasil pengembangan di lapangan saja. Kami sudah mulai memanggil dari pihak perusahaan, dan selanjutnya juga akan mengumpulkan lagi keterangan dari saksi-saksi. Tadi (Selasa, 22/12/2020) pun kami sudah rekonstruksi di jalan..Jadi, sekarang belum bisa menyimpulkan apa-apa, sampai semua kami kumpulkan,” terangnya.

Saat memanggil saksi-saksi ke Polsek Baturiti, tambahnya, tanpa menyebut nama, dari pihak perusahaan juga sempat menaruh kecurigaan. “Namun kami sudah sampaikan bahwa kasus ini akan kami kembangkan,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan, Kadek Redi Areni (31) melapor ke Polsek Baturiti, dan mengaku kehilangan uang tunai Rp94.188.000. Uang sebanyak itu, Rp64.188.000 milik perusahaan PT Manohara Asri, Badung, sisanya Rp30.000.000 uang pribadi milik Areni yang hilang tercecer dalam perjalanan di sekitar Banjar Abianluang, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Baca juga :  Stigma Hantui PPDP Ikuti Tes Cepat, Pemerintah Kurang Antisipasi Dampak Sosialnya

Peristiwa dan laporan tersebut pada Sabtu (19/12/2020). Areni mengatakan, ketika itu sekitar pukul 09.30 Wita, dia bersama anaknya, Putu Suci Septiani, berangkat dari rumah di Banjar Dinas Pancoran, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, dengan mengendarai sepeda motor menuju ke jurusan Denpasar.  

Mereka membawa tas warna hitam yang berisi uang tunai Rp94.188.000, yang digendong anaknya. Sekitar pukul 11.00 Wita, Areni mengaku sempat berhenti di Bedugul. Anaknya pun sempat mengambil topi dari dalam tas, namun dikatakan lupa menutup atau mengunci kembali tas itu.

Selanjutnya, Areni melanjutkan perjalanan menuju ke Denpasar. Setiba di Banjar Abianluang, Desa/Kecamatan Baturiti, Areni mengaku disalip kendaraan truk merah, sambil sang sopir mengatakan kepadanya bahwa uang yang ada di tas yang digendong anaknya itu berjatuhan dan tercecer di jalan. Ketika berbalik arah, dengan maksud untuk mengecek uang dimaksud yang terjatuh di jalanan, Areni sudah tidak menemukan uang yang jatuh tersebut. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.