Luncurkan Mobile BSL 2, Gubernur Koster Harap Ada Satu Unit untuk Bali

  • Whatsapp
GUBERNUR Koster disaksikan Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro meluncurkan Mobile Lab Biosafety Level 2 di depan Gedung Gajah, Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (22/12/2020). Foto: ist
GUBERNUR Koster disaksikan Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro meluncurkan Mobile Lab Biosafety Level 2 di depan Gedung Gajah, Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (22/12/2020). Foto: ist

DENPASAR – Bali kembali mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat untuk penanganan penyebaran Covid-19. Kali ini, bentuk perhatian itu adalah hadirnya Mobile Lab Biosafety Level (BSL) 2, yang akan melakukan uji Swab bergerak keliling Bali selama tiga hari ke depan. Peluncuran bus ini berlangsung di depan Gedung Gajah, Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (22/12/2020).

Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro; Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza; Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace); dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra; serta tamu undangan lainnya menyaksikan Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan bus ini.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya saya mengharap, bus ini mengendap di Bali. Bukannya pergi (hanya sebentar di Bali, red). Tapi ini pertama transisi dulu, tidak apa-apa. Tapi tahap kedua, kami ajukan supaya bus Lab Biosafety ini diberikan satu uni untuk Provinsi Bali. Sebagai hadiah karena Bali paling terdampak Covid-19 khususnya di sektor pariwisata,” harap Koster.

Dikatakannya, jika membutuhkan dukungan dari pihak BNPB untuk bantuan ini, pihaknya pun akan mengusulkan agar bisa melakukan pengadaan bus ini untuk Provinsi Bali. Karena itu, pihaknya sangat merespons program ini dan berharap ke depannya dapat berlanjut. “Saya kira program ini sangat bagus untuk meningkatkan fasilitas pelayanan uji Swab berbasis PCR yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kita saat ini di sejumlah daerah,” imbuh Gubernur Koster.

Baca juga :  Penyertaan Modal Perumda Pasar MGS Rp 87 Miliar, Pansus Finalisasi Ranperda

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro menjelaskan, bus ini digunakan untuk pengujian sampel di Provinsi Bali khususnya di Bandara Ngurah Rai. “Mudah-mudahan inovasi ini yaitu BSL 2 dalam bentuk mobile atau bus, akan membantu upaya kita untuk mengani Covid-19 dengan lebih baik lagi di Pulau Bali,” ungkapnya. 

Idealnya, kata dia, satu provinsi seluas Bali minimal mempunyai satu unit seperti ini. Pihaknya juga telah menyampaikan kepada Satgas Covid-19 mengadakan mobile lab ini untuk beberapa daerah di Indonesia.

“Kenapa mobile lab ini penting, karena penyakit yang sangat menular ini kadang-kadang tidak tertebak, kemana arah penularannya, sehingga tahu-tahu kepala daerah kaget suatu kabupaten yang sebelumnya berstatus kuning menjadi merah, atau yang tadinya merah hitam menjadi turun oranye atau segala macam,” tuturnya.

Lanjut dia, tentunya hal ini perlu kesiagaan dalam bentuk antisipasi untuk pemeriksaan spesimen dengan menggunakan bus ini. Karena jika tiba-tiba terjadi lonjakan kasus dan membutuhkan uji Swab, maka Gubernur Bali tinggal mengirimkan mobil ini sehingga penularan segera bisa teratasi.

“Jadi kita segera tahu berapa yang positif dan negatif. Jadi begitu ada positif, maka kita akan segera melakukan 3T, tracing, testing, dan treatmen untuk bisa segera meredam penyebaran yang lebih besar lagi. Karena di dalam bus ini sudah lengkap, dan mampu memeriksa hingga 500 sampel per hari,” jelasnya.

Baca juga :  Gianyar Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

Hammam Riza mengatakan, Mobile Lab Biosafety Level 2 adalah versi ketiga yang telah dibuat dan pertamakali diluncurkan. “Kami harap nanti Satgas Covid-19 akan mempersiapkan bus hasil rancang bangun tim BPPT bersama-sama dengan Taks Force Inovasi Covid-19 ini, sehingga bus ini ada di setiap provinsi dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dalam menangani pandemi ini,” jelasnya.

Dengan adanya bus ini di Bali, lanjut dia, maka turis yang datang langsung diarahkan untuk uji Swab. “Dengan demikian, maka kita sudah bisa membuka wisatawan mancanegara untuk datang. Jadi selain mereka dites di negara asalnya, maka juga tes PCR saat dia datang,” ujarnya.

Riza menambahkan, untuk tahap pertama bus ini akan berada di Bali selama tiga hari. “Tapi sesuai permintaan Bapak Gubernur, kami akan menyiapkan bus yang membutuhkan waktu dua minggu untuk bisa permanen di Bali. Kami juga akan koordinasikan dengan Tim Satgas Covid-19 nasional di BNPT,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.