Pembelajaran Tatap Muka di Buleleng Belum Bisa Diterapkan, Tunggu Positif Covid-19 Landai

  • Whatsapp
Gede Suyasa. Foto: ist
Gede Suyasa. Foto: ist

BULELENG – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng hingga saat ini belum mengambil keputusan apakah tahun awal tahun 2021 mulai menerapkan pembelajaran tatap muka untuk anak didik jenjang tingkat SD maupun SMP di Buleleng. Pasalnya, hingga kasus terkonfirmasi Covid-19 di Buleleng masih  belum stabil.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, mengaku, keputusan ini belum diambil karena  harus melihat kondisi di Buleleng betul betul  aman dari kasus Covid-19. “Masih dilihat apakah risiko penularannya rendah atau tidak ada,” kata Suyasa, Selasa (22/12/2020).

Bacaan Lainnya

Jika kasus masih tinggi, pihaknya tidak berani mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sebab, akan sangat berisiko terjadi penularan virus corona terhadap para guru maupun anak didik. Meski begitu, jika kasus terkonfirmasi landai (turun), pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan.

Hanya saja, pelaksanaannya harus ada langkah antisipasi, seperti melakukan tes usap (swab test) kepada seluruh guru yang ada di Buleleng. “Guru dan murid bukan hanya ada di lingkungan sekolah. Mereka ada dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga punya peluang tertular. Kalau sudah aman, tentu sesuai SKB 4 menteri dibolehkan pembelajaran tatap muka,” jelas Suyasa.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 Nasional Bertambah 1.031, Pasien Sembuh Meningkat Jadi 16.234

Disinggung terkait anggaran tes usap untuk guru, menurut Suyasa, pihaknya akan minta reagen ke provinsi terlebih dahulu. Apabila reagen diberikan pihak provinsi, maka pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan mesin PCR yang ada di RSUD Buleleng.   Kapasitas mesin PCR di RSUD Buleleng terbatas, hanya 94 spesimen yang diperiksa per harinya.

‘’Jadi memang perlu waktu, karena jumlah guru di Buleleng ditingkat SD dan SMP mencapai 6.000-an orang. Kecuali dibantu, dibawa ke RSUP Sanglah, atau dialihkan ke hal lain menggunakan rapid test antigen, karena hasilnya bisa langsung dilihat. Provinsi pasti menggelar rapat kordinasi memperhitungkan hal ini,”  kata Suyasa. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.