Tingkatkan Minat Baca Siswa Melalui Perpustakaan Ramah Anak

KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, saat meresmikan Perpustakaan Ramah Anak ‘’Widya Padma’’ SDN 6 Sumerta, Rabu (6/4/2020). Foto: tra

DENPASAR – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengajak para siswa sekolah dasar (SD) meningkatkan minat baca sebagai perwujudan dari upaya menjaga dan mencintai buku. Pesatnya perkembangan teknologi, jangan sampai berpengaruh pada rendahnya minat baca siswa untuk membaca buku.

Pernyataan ini disampaikan Wiratama saat meresmikan Perpustakaan Ramah Anak ‘’Widya Padma’’ SDN 6 Sumerta, Rabu (6/4/2022).

Bacaan Lainnya

Perpustakaan ramah anak ini merupakan wujud dari program kemitraan antara Disdikpora Kota Denpasar dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI).

“Teknologi berkembang sangat pesat, anak-anak kita juga semakin dijejali dengan berbagai bentuk permainan online. Mudah-mudahan ini tidak berpengaruh pada semakin menurunnya minat baca mereka,’’ ungkap Wiratama.

Ia berharap agar program kemitraan ini tidak berhenti dalam satu tahun selama ada pendampingan dari YLAI. Program harus dijalankan untuk terus mengembangkan minat baca anak sehingga anak memiliki bekal keterampilan membaca yang baik yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

‘’Kepala sekolah beserta guru maupun pustakawan merupakan ujung tombak dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan anak yang lebih baik, terutama berkenaan dengan penumbuhan minat baca anak,’’ katanya.

Baca juga :  Fraksi Golkar Klungkung: Banyak Warga Belum Terlayani Air

Plt. Kepala SDN 6 Sumerta, I Dewa Bagus Putu Edwin Pradipta, S.Pd.SD., mengatakan, pada perpustakaan ramah anak ini kategori buku berdasarkan jenjang kerumitan di dalamnya sehingga anak mudah mencari buku sesuai kemampuannya.

Kategori buku dibedakan berdasar nama binatang, mulai dari tingkat termudah kumbang, burung, ikan, rusa, singa hingga gajah yang mewakili level tersulit.

Sengaja tingkatkan dipisahkan berdasarkan nama binatang yang implisit, tidak seperti angka, untuk mencegah anak-anak berkecil hati bila mereka masih di level terendah.

Sebagai contoh, bacaan dilevel kumbang hanya didominasi gambar dan hanya berisi satu hingga tiga kalimat per halaman. Satu kalimat terdiri hingga lima kata dengan kosakata sederhana. Semakin tinggi tingkatan, jumlah kata dan kalimat bertambah, sedangkan porsi gambar berkurang.

‘’Melalui program perpustakaan ramah anak ini kita harapkan membawa perubahan bagi anak untuk menumbuhkan minat bacanya sebagai langkah awal membuat mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat,’’ ujarnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.