Tiga Bulan, 15 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Buleleng

MOBIL Fortuner yang terlibat lakalantas di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (5/4/2022). Pada insiden itu dua orang meninggal dunia. Foto: ist

BULELENG – Insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah Buleleng hingga akhir Maret 2022 terbilang tinggi. Dari Januari hingga Maret 2022, sudah terjadi 71 insiden lakalantas di Buleleng, dengan total korban meninggal dunia sebanyak 15 orang.

Berdasarkan data dari Satlantas Polres Buleleng, pada Januari 2022 tercatat 19 kasus lakalantas dengan 5 orang meninggal dunia, dan 22 orang luka ringan serta total kerugian ditaksir sekitar Rp11,7 juta.

Bacaan Lainnya

Lalu pada Februari 2022 terdapat 21 kasus lakalantas dengan 5 orang meninggal dunia dan 34 orang luka ringan serta total kerugian ditaksir Rp150,1 juta. Kemudian pada Maret 2022, tercatat 31 kasus lakalantas dengan 5 orang meninggal dunia dan 55 orang luka ringan serta total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp147,4 juta.

Memasuki awal April, kejadian lakalantas maut terjadi dua hari lalu, yakni Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 15.15 Wita di jalur Singaraja-Denpasar KM 5 tepatnya di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Lakalantas beruntun di jalur Desa Gitgit yang menewaskan 2 orang ini melibatkan 3 kendaraan roda empat dan 1 kendaraan roda dua, yakni mobil Toyota Fortuner DK 1728 A dikemudikan Putu Bagus Kresna (24) warga Gianyar, mobil Avanza hitam DK 1720 OB yang dikemudikan oleh Made Widiantara (49) warga Badung.

Baca juga :  Bupati Inspeksi Tiga Pembangunan Strategis di Bangli

Kemudian mobil Avanza putih DK 1020 VR dikemudikan Antonius Sanjaya Kiabeni yang akrab disapa Anton asal Singaraja, serta sepeda motor Honda Vario DK 4377 UAG dikendarai Komang Budarsana (47) asal Desa Pancasari membonceng anaknya KAA (14). Kedua korban, baik Budarsana maupun anaknya KAA dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa lakalantas maut tersebut bermula dari mobil Toyota Fortuner DK 1728 A datang dari arah selatan menuju ke arah utara, beriringan dengan mobil Avanza Putih DK 1020 VR serta mobil Avanza Hitam DK 1720 OB yang saat itu posisinya berada paling depan.

Saat itu, mobil Fortuner mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga menabrak sepeda motor Vario DK 4377 UAG dikendarai Budarsana membonceng anaknya KAA yang datang dari arah utara menuju ke selatan, hingga Budarsana dan KAA terpental ke pinggir jalan dan motor tersebut hancur.

Usai menabrak motor, kemudian mobil Fortuner oleng ke kiri lalu menyerempet mobil Avanza Putih DK 1020 VR yang dikemudikan oleh Anton dan terus menabrak mobil Avanza Hitam DK 1720 OB. Akibat kejadian tersebut, Budarsana dan KAA meninggal dunia di tempat karena luka yang cukup parah pada bagian kepala. Sedangkan 3 orang pengemudi mobil dalam kondisi sehat.

Kasat Lantas Polres Buleleng, Iptu Anton Suherman, mengatakan, saat ini kasus lakalantas di Jalur Desa Gitgit yang menewaskan 2 orang ini masih dalam proses penyelidikan. Dan beberapa orang saksi sejauh ini sudah dimintai keterangan, baik itu pengemudi tiga mobil maupun saksi dari warga sekitar kejadian.

Baca juga :  Huebatt Betul Kau Corona?

‘’Diduga penyebabnya, ya karena kurang hati-hatinya dari pengemudi mobil Fortuner DK 1728 A pada saat mengendarai kendaraan kurang konsentrasi, sehingga terjadilah kejadian lakalantas beruntun. Sekarang masih penyelidikan,’’ kata Iptu Anton.

Melihat banyaknya terjadi kasus lakalantas di Buleleng, diimbau agar masyarakat yang membawa kendaraan untuk tetap berhati-hati dan konsentrasi. Terlebih lagi di sepanjang jalur Desa Gitgit diakui rawan terjadi lakalantas, mengingat kondisi jalan yang berbelok-belok dan wilayah perbukitan. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.