POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Kebanggaan datang dari dunia peternakan Kabupaten Gianyar. Seekor sapi Bali milik peternak muda asal Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Gianyar, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Sapi bernama “Kliwon” milik I Kadek Astitiya (38) itu berasal dari kandang Silih Asih Farming, yang selama ini dikenal mengembangkan sistem peternakan modern berbasis ekonomi sirkular. Sapi tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp35 juta, dan akan disalurkan ke Mushola An Najah Denpasar.
Kadek Astitiya mengatakan, sapi yang diajukan merupakan ternak terbaik di kandangnya. Selain memiliki bobot besar, kondisi kesehatan sapi juga dinilai sangat baik. “Kami memang siapkan bibit sapi secara selektif dengan pola perawatan dan pakan yang teratur. Kliwon menjadi sapi terbaik yang kami miliki,” ujarnya.
Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, sapi tersebut terlebih dahulu melewati proses seleksi dari tim Dinas Peternakan Provinsi Bali. Pemeriksaan meliputi kesehatan, kondisi fisik, hingga kelayakan sebagai hewan kurban. Saat dilakukan penimbangan dua bulan lalu, bobot sapi Kliwon tercatat mencapai sekitar 608 kilogram.
Menurut Kadek, keberhasilan meningkatkan kualitas ternak tidak lepas dari pola pemeliharaan disiplin yang diterapkan di kandangnya. Selain menjaga kebersihan kandang, sapi juga dimandikan setiap hari untuk menjaga kesehatan ternak.
Di sisi lain, pakan sapi diformulasikan dari bahan berbasis limbah pertanian dan perkebunan seperti bungkil sawit, kopra, serta jerami yang diolah kembali. Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi nutrisi, sekaligus mendukung konsep peternakan ramah lingkungan.
Kadek menilai sektor pertanian dan peternakan masih sangat potensial dikembangkan generasi muda Bali. “Anak muda jangan takut terjun ke pertanian dan peternakan. Kalau dikelola dengan inovasi dan kreativitas, sektor ini sangat menjanjikan,” ajaknya.
Keberhasilan tersebut diharap menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mengembangkan peternakan lokal yang modern, produktif, dan berdaya saing. adi






















