Penyakit Streptococus Serang Ternak Babi di Karangasem

PENYAKIT streptococus menyerang ternak babi di wilayah Desa/Kecamatan Abang, Karangasem sepekan ini. Foto: ist
PENYAKIT streptococus menyerang ternak babi di wilayah Desa/Kecamatan Abang, Karangasem sepekan ini. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Penyakit streptococus menyerang ternak babi di wilayah Desa/Kecamatan Abang, Karangasem sepekan ini. Penyakit yang menyerang babi ini mempunyai ciri-ciri kondisi hewan lumpuh tidak bisa bergerak, tapi masih bisa ditangani jika cepat mendapat penanganan.

I Nyoman Tinta, mantri hewan yang sering penanganan pengobatan ternak babi di wilayah Kecamatan Abang, menuturkan, penyakit streptococcus memang penyakit yang menyerang hewan jenis babi. Ciri-cirinya, kondisi hewan lumpuh seperti stroke. Pemicunya adalah bakteri yang ada di sekitar kandang.

Read More

Menurutnya, bisa saja kandang peternak yang kurang bersih. Pula karena juga pola adaptasi ternak. Cenderung ternak yang masih berumur 2-3 bulanan rentan kena penyakit ini, tapi babi dewasa juga bisa kena terjangkit. Pendek kata bergantung kondisi kesehatan ternaknya.

“Penyakit ini bisa diatasi jika penanganan cepat, minimal setelah kita tahu kondisi ternak agak kurang aktif, pasti sudah terindikasi gejala tersebut. Makanya harus dilakukan penanganan cepat,” sarannya.

Lebih lanjut dikatakan, di wilayah Kecamatan Abang sebagian besar peternak babi keluhannya seperti ini. Ada yang sudah dilakukan pengobatan hingga kembali normal, ada juga mati karena lambat penanganan. Upaya antisipasi sebaiknya tingkat kebersihan kandang perlu ditingkatkan, selain itu pola pakan juga.

Peternak babi, I Nyoman Sutirtayana, Minggu (17/5/2026) mengakui ternaknya sempat ada yang terjangkit penyakit streptococcus. Dia punya ternak 30 ekor mulai 3 April lalu. Tiga ekor bibit babi yang dibeli dari luar Karangasem terjangkit penyakit setelah tiga hari masa adaptasi di kandang baru. Satu ekor akhirnya mati, sementara dua ekor lainnya kini kondisinya sudah membaik dan bisa bergerak normal.

“Padahal saat awal terjangkit, saya harus merawat mereka dengan sangat telaten. Bahkan sampai harus menyuapi makanannya,” ucapnya.

Selain di Dusun Abang Kelod, penyakit serupa juga menjangkiti ternak babi di dusun lain di wilayah Kecamatan Abang. Bahkan, penyakit ini menyerang ternak yang sudah beranjak dewasa. Meski demikian, ternak tersebut masih bisa disembuhkan melalui proses yang cukup lama, asalkan penanganannya cepat.

Oleh karena itu, peternak diminta teliti mengecek kondisi ternaknya. Jika babi terlihat kurang aktif dan kotorannya cair atau encer, hal itu menjadi indikasi awal penularan bakteri streptococcus. Ternak yang bergejala harus segera diisolasi dan diberikan pengobatan secara rutin. “Semoga saja ternak lainnya tidak terjangkit. Satu ekor mati saja saya sudah rugi uang bibit,” pungkas Sutirtayana. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.