POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Ruang Krisna, Kantor Bupati Bangli, Rabu (20/5/2026). Langkah ini dilakukan guna mendongkrak status gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting sejak dini. Acara yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan paket ikan dan simulasi pemberian makanan olahan ikan tersebut dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, mewakili Bupati Bangli. Turut hadir Kepala Dinas PKP Bangli serta perwakilan OPD terkait.
Dalam laporannya, Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengungkapkan, Bangli memiliki potensi perikanan budidaya yang sangat besar. Pada tahun 2025, produksi perikanan budidaya di daerah ini mencapai 4.211 ton, atau menyumbang 65% dari total produksi perikanan darat di Provinsi Bali.
Meski potensinya besar, Sarma mengakui Angka Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) Bangli masih perlu digenjot. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), KIM Bangli sejatinya terus meningkat dari 15,38 kg/kapita/tahun pada 2020 menjadi 17,29 kg/kapita/tahun pada 2025.
“Namun, angka ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Bali yang mencapai 19,81 kg/kapita/tahun, serta KIM nasional yang sudah di angka 26,04 kg/kapita/tahun,” ujar Sarma.
Dia menjelaskan, rendahnya tingkat konsumsi ikan berkorelasi langsung dengan masalah gizi pada anak, seperti memicu stunting, anemia pada remaja putri, hingga menurunkan prestasi belajar. Oleh karena itu, kegiatan ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Pada tahun 2026 ini, sasaran penerima manfaat Gemarikan menyasar 100 orang. Rinciannya meliputi 54 siswa dari SMPN 4 Bangli dan SMPN 3 Kintamani, serta 46 balita stunting dari Kelurahan Kawan, Desa Peninjoan, Desa Tiga, dan Desa Satra. Setiap paket bantuan yang dibagikan berisi ikan tuna, ikan nila, ikan kembung, kerupuk ikan, dan nugget ikan.
“Melalui Gemarikan, kami bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan di tingkat keluarga. Target kita minimal tiga kali makan ikan dalam seminggu, sekaligus memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya ikan,” tutupnya. gia






















