Tiga Pegawai RSUD Buleleng Positif Narkoba, Jalani Rehabilitasi di RSJ dan Klinik BNNK Buleleng

  • Whatsapp
KEPALA BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, saat menerangkan kronologis oknum pegawai RSUD Buleleng menjalani rehabilitasi karena positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Foto: rik
KEPALA BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, saat menerangkan kronologis oknum pegawai RSUD Buleleng menjalani rehabilitasi karena positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Foto: rik

BULELENG – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai petugas keamanan RSUD Buleleng yakni Putu S (47), terpaksa harus menjalani rehabilitasi di RSJ Provinsi Bali di Kabupaten Bangli. Dia positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu dari hasil tes urine dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng.

Kepala BNNK Buleleng, AKBP I Gede Astawa, mengatakan, awalnya BNNK Buleleng melakukan tes urine secara mendadak terhadap puluhan pegawai RSUD Buleleng pada Senin (11/10/2021). Selanjutnya petugas BNNK Buleleng mencurigai salah satu pegawai RSUD Buleleng terindikasi menggunakan narkoba.

Bacaan Lainnya

Saat kegiatan tes urine di RSUD Buleleng, Putu S tidak hadir padahal saat itu jadwal kerja. Tahun 2019 lalu Putu S sempat direhabilitasi rawat jalan di BNNK Buleleng lantaran positif menggunakan narkoba. ‘’Kami minta Putu S hadir di BNNK hari Selasa. Saat dilakukan tes urine, hasilnya positif. Setelah itu, kami serahkan ke bidang rehabilitasi,’’ kata AKBP Astawa, Rabu (13/10/2021).

Selain Putu S, petugas BBNK juga mengamankan dua orang pegawai kontrak RSUD Buleleng yang juga ikut sebagai pelaku penyalahguna narkotika yang kerap ikut pesta narkoba dengan Putu S. Kedua orang itu yakni Made B (28) warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan; dan Putu W (30) warga Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng yang bekerja sebagai kurir obat di RSUD Buleleng.

Baca juga :  Pelatihan SRA Sasar Ratusan Guru PAUD dan SD/MI

‘’Mereka semua biasanya memakai sabu-sabu bersama-sama di kamar kos yang disewa Putu S. Kami pun menjemput paksa yang lainnya dan menggeledah rumahnya, namun hasilnya nihil. Tidak ditemukan ada barang bukti, jadi dia hanya sebagai pemakai,” jelas AKBP Astawa.

Putu S dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) huruf A tentang narkotika. Kendati demikian sesuai Pasal 54, Putu S diberikan kesempatan untuk rehabilitasi, dengan tahapan yang berbeda. Saat ini Putu S telah dibawa ke tempat rehabilitasi di RSJ Provinsi Bali yang ada di Bangli untuk menjalani rawat inap.

Sementara untuk kedua temannya yakni Made B dan Putu W menjalani rehabilitasi rawat jalan di klinik BNNK Buleleng, dengan sistem wajib lapor. “Kami sudah koordinasi dengan Dirut RSUD Buleleng agar yang bersangkutan nanti saat direhabilitasi jangan dilepas. Jadi, berikan dukungan,” ujar AKBP Astawa.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha, membenarkan tiga orang pelaku penyalahguna narkotika itu merupakan pegawai di lingkungan RSUD Buleleng. Arya Nugraha pun mengaku mendukung upaya BNNK Buleleng dalam upaya mencegah peredaran narkoba.

‘’Karena kalau nggak ketahuan, bisa terus ketergantungan dan justru akan merusak kehidupan mereka itu sendiri. Program BNNK ini baik. Artinya jika memilih jalur rehab, maka akan diberi kesempatan,’’ ucap Arya Nugraha.

Terhadap kedua pegawai kontrak terbukti pengguna narkoba, akan diberikan pembinaan sembari kedua orang tersebut menjalani rehabilitasi rawat jalan. Sedangkan Putu S, pihak RSUD Buleleng akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan BKPSDM untuk sanksi kepegawaian. Cuma yang kontrak, kami bina saja,’’ pungkas Arya Nugraha. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.