Kiprah Ali Al Khairy Menapak Pilgub NTB 2024, Menyemai Silaturahmi, Menuai Doa-Restu

  • Whatsapp
CALON Gubernur NTB, Ali Al Khairy, saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh. Foto: rul
CALON Gubernur NTB, Ali Al Khairy, saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh. Foto: rul

Kepada Ali Al Khairy kini khalayak di NTB menoleh. Namanya mulai menarik perhatian publik setelah disiapkan Partai Gerindra untuk maju dalam Pilgub NTB 2024. Ali figur dengan jejaring luas, muda, dan kenyang pengalaman mengadvokasi warga.

Fahrul Mustofa – Mataram

Bacaan Lainnya

SELASA malam (12/10/2021), Ali bertandang ke Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat. Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini mohon doa dan restu ulama kharismatik NTB, TGH Muharrar Mahfudz. Ponpes Nurul Hakim bak rumah kedua bagi Ali, karena saat muda dia lama menjadi santri di salah satu ponpes terbesar di NTB ini. “Sebagai santri dan alumni, saya harus datang mohon doa dan restu kepada Abun, agar apa yang diinginkan ada jalan yang jelas,” ucapnya.

Abun, panggilan serupa ayah, adalah panggilan Ali untuk Almukarram TGH Muharrar Mahfudz sejak dia nyantri di Ponpes Nurul Hakim. Dengan takzim, Ali mencium tangan TGH Muharrar Mahfudz sebelum keduanya berbincang hangat.  Muharrar memanjatkan doa demi pencapaian terbaik atas seluruh ikhtiar yang sedang dilakukan Ali.

Sebelumnya, pekan lalu, Ali diterima Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB, Ustad Falahudin, untuk mohon doa dan restu. Masih pada pekan yang sama, Ali juga bersilaturahmi dengan Ali Bin Dahlan, Bupati Lombok Timur dua periode, di kediaman pribadinya. Keduanya membincangkan banyak hal yang terkait langkah untuk memajukan daerah, dan Ali BD senang NTB memiliki figur muda seperti Ali yang berdedikasi tinggi membangun daerah.

Baca juga :  Kasus Positif Harian RI Masih di Atas Angka 50 Ribu

Pada kesempatan lain, Ali memenuhi undangan kelompok masyarakat di Desa Darek, di Lombok Tengah untuk menemui kelompok emak-emak. Di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang dia diminta menonton atraksi peresean yang kebetulan digelar di desa itu. Ali meriung di tengah keramaian, larut dalam kegembiraan masyarakat hingga petang menjelang.

Dalam sehari, Ali bisa mengunjungi sedikitnya 10 titik untuk bersilaturahmi. Berada di tengah-tengah masyarakat dan bersilaturahmi termasuk kebiasaannya sejak lama, karena punya rekam jejak panjang membela dan mengadvokasi masyarakat di berbagai wilayah Pulau Lombok dan di Pulau Sumbawa. Yang sempat viral adalah kasus yang menimpa 4 ibu rumah tangga yang ditahan dengan bayinya karena “tuduhan” perusakan gudang tembakau, dan Ali bersama rekan sejawat mendampingi mereka hingga bebas dari segala tuntutan hukum.

Kini, Ali terus bersuara lantang mendorong keberadaan KEK Mandalika bisa memberi kemanfaatan luas untuk masyarakat NTB. “Jangan warga NTB sebagai tuan rumah hanya menjadi penonton. Tak ada artinya event besar kalau begitu, industri pariwisata ini tidak boleh memagari akses rakyat terhadap sumber-sumber kehidupannya,” seru Ali suatu waktu.

Dia minta pemerintah daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi, segera membuat kalkulasi berapa jumlah putra daerah yang bisa ditampung bekerja di KEK Mandalika. Pun berapa jumlah peluang usaha yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha di daerah untuk ikut terlibat di sana.

Baca juga :  Kantor Imigrasi Ngurah Rai Hadirkan Mobil “Paket Idaman”

Ali menekankan, adalah tanggung jawab pemerintah memampukan putra-putra daerah memiliki kompetensi yang memadai agar memiliki daya saing. Tanggung jawab pemerintah pula demi memastikan pasar kerja dari industri pariwisata mengutamakan dapat menyerap tenaga kerja putra-putra daerah.

Soal getol bersilaturahmi, dia berujar, “Kebersamaan itu penting. Bukan hanya untuk menjaga silaturahmi, tapi juga menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” klaim Ali.

Ali mendaku sadar langkah partainya dengan menunjuk dia maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2024 penuh dengan konsekuensi. Ali juga tahu hal tersebut harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Karena itu, tak cuma di Lombok, Ali juga berencana silaturahmi dengan para tokoh dan masyarakat di Pulau Sumbawa.

Ali saat ini adalah Ketua Yayasan HBK Peduli yang didirikan anggota DPR RI dari Gerindra, Bambang Kristiono, yang akrab disapa HBK, yang banyak membantu masyarakat. Kala kekeringan melanda sejumlah daerah seperti saat ini, dua mobil tangki dikerahkan setiap hari untuk bisa menyuplai air bersih untuk masyarakat di banyak titik. Saat masyarakat kesulitan mengakses vaksinasi Covid-19, yayasan ini memberi vaksinasi gratis bagi 5.000 orang. Ali berujar sangat bahagia kala bisa ikut merasakan dari dekat kebahagiaan masyarakat, karena persoalan yang membelit mereka bisa dibantu dan bisa teratasi. Jalan untuk Ali memang masih akan panjang, dan Pilgub 2024 masih tiga tahun dari sekarang. Namun, Ali telah memulai jalan panjang tersebut dengan langkah pertama yang cukup bernas. *

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.