Tembus Final, Komang Ayu Runtuhkan Dominasi Jawa di Nomor Tunggal Putri Bulutangkis PON

  • Whatsapp
TUNGAL putri Bali Komang Ayu Cahya Dewi berusaha mengembalikan kok saat menghadapi Sri Fatmawati pada pertandingan semifinal bulutangkis beregu putri PON XX Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021). foto: dok

JAYAPURA – Pemain Bali Komang Ayu Cahya Dewi mencatatkan sejarah setelah memastikan diri menembus babak final nomor tunggal putri cabang olahraga bulutangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Komang Ayu yang datang sebagai unggulan keenam itu lolos ke final berkat kemenangannya atas unggulan kedua dari Jawa Timur Sri Fatmawati melalui rubber game 15-21, 21-15 dan 21-17 di GOR Waringin, Jayapura, Selasa (12/10/2021).

Bacaan Lainnya

Lolosnya Komang Ayu ke babak final tidak hanya memastikan minimal raihan medali perak untuk Bali, tetapi pemain asal Kabupaten Buleleng itu juga menjadi sejarah baru dalam persaingan nomor tunggal putri di ajang PON.

Setidaknya dalam empat edisi sebelumnya, bulutangkis tunggal putri selalu didominasi empat provinsi di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juara bertahan DKI Jakarta).

Namun, Komang Ayu datang dan meruntuhkan dominasi tersebut di PON Papua. DKI Jakarta yang selalu membawa pulang medali emas nomor tunggal putri dalam empat edisi PON ke belakang justru gagal meloloskan satu pun wakilnya ke babak final.

Unggulan teratas Ruseli Hartawan yang menjadi tumpuan utama DKI Jakarta dalam meraih emas tunggal putri, takluk di tangan wakil tuan rumah Gabriela Meilani Moningka pada semifinal.

Baca juga :  Paiketan Puri Sajebag Bali Sikapi Polemik HK dan Pernyataan AWK

Komang Ayu yang kini berusia 19 tahun itu mengatakan bahwa dirinya memang bertekad menciptakan sejarah di PON Papua. “Motivasi terbesar saya bisa sampai titik ini karena saya ingin menciptakan sejarah dari Bali ada yang juara bulu tangkis PON,” kata Komang yang juga penghuni Pelatnas Cipayung itu.

Pada final yang akan berlangsung Rabu (13/10/2021), Komang Ayu akan ditantang wakil Jawa Barat yang menempati unggulan keempat Saifi Riska Nurhidayah.

Target DKI Meleset
Setelah raihan emas di nomor beregu putra, DKI kini hanya meloloskan satu wakil ke final nomor perorangan PON Papua melalui ganda campuran Adnan Maulana/Ghifari Ananda.

Jumlah tersebut jauh dari dugaan awal karena apabila melihat rekam jejaknya, tim ibu kota itu kerap mengirimkan para pemainnya hingga partai final, bahkan langganan membawa pulang medali emas setidaknya dalam empat edisi terakhir PON.

DKI merebut tahta tertinggi bulutangkis PON dengan menjadi juara umum PON 2004 (5 emas), 2008 (3 emas), dan 2016 (4 emas). PON Papua 2021 pun seakan mencoreng catatan mentereng DKI Jakarta pada cabang olahrga bulu tangkis pada pesta olahraga nasional terbesar itu.

Padahal DKI datang ke Papua dengan kekuatan penuh yang didukung para pemain pelatnas Cipayung. Namun mereka kandas lebih dini. Unggulan teratas Ruseli Hartawan bertekuk lutut kepada wakil tuan rumah Gabriela Meilani Moningka pada babak perempat final. Nasib serupa dialami Aurum Oktavia Winata yang dikalahkan pemain Bali Komang Ayu Cahya Dewi.

Baca juga :  Pemprov Bali Kuatkan Skema KPBU dalam Pelayanan Air Minum di Kawasan Sarbagita

Pelatih tim bulu tangkis DKI Jakarta Thomas Indratjaja mengakui bahwa pencapaian timnya dalam PON Papua meleset dari target. “Iya nih meleset dari target. Tadi mereka bermainnya tidak keluar, tidak lepas. Kami awalnya memang menargetkan dapat meraih medali dari nomor tunggal putri, putra, dan ganda putra. Tapi kondisinya memang begini. Mereka (lawan) performa lagi bagus dan lebih pede,” kata Thomas, yang dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Pada nomor tunggal putra, Christian Hadinata, Yonathan Ramlie, dan Karono juga tersingkir pada perempatfinal. Ganda putra andalan DKI Amri Syahnawi/Yeremia Erich Yoche juga dipaksa menyerah kepada unggulan kedua Jawa Barat Pramudia Kusumawardana/Muhammad Shohibul Fikri dalam semifinal.

Unggulan teratas Adnan/Ghifari pun bakal menjadi satu-satunya tumpuan DKI untuk menyelamatkan muka tim ibu kota dalam PON ini. Adnan/Ghifari akan meladeni Pramudia/Fikri dalam final besok mulai pukul 10.00 WIT. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.