Tega! Sapi Dicuri dengan Disembelih di Tempat, Tersisa Hanya Jeroan

  • Whatsapp
SISA Jeroan dan kepala sapi yang dicuri dengan modus disembelih langsung di lokasi di Kelurahan Banyuasri, Buleleng, ditunjukan oleh Made Redita. Foto: ist
SISA Jeroan dan kepala sapi yang dicuri dengan modus disembelih langsung di lokasi di Kelurahan Banyuasri, Buleleng, ditunjukan oleh Made Redita. Foto: ist

BULELENG – Pencurian hewan ternak dengan modus disembelih langsung di lokasi ternak terjadi di Buleleng. Kali ini, seekor sapi milik Made Redita (62) di Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Buleleng yang menjadi korbannya. Mirisnya, sapi milik Redita ini dipotong pelaku yang belum diketahui identitasnya di tempat dan hanya menyisakan jeroan saja.

Menurut informasi diterima, aksi ini baru diketahui oleh Korban Redita, pada Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 06.00 Wita. Awalnya, Redita datang ke sawah untuk mengusir burung. Sebelum ke sawah, Redita sempat mampir ke kandang yang didirikan di tepi sawah untuk memberikan pakan hewan ternaknya.

Bacaan Lainnya

Ketika sampai di kandang, betapa kagetnya Redita sudah mendapati seekor sapi di kandangnya raib. Sapi yang hilang itu adalah titipan milik Jro Mangku Widiarta, warga asal Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng.

Korban Redita menyimpan dua ekor sapi di kandang tersebut. Namun, satu ekor sapi lagi merupakan miliknya. Sedangkan yang hilang adalah titipan orang lain. Mirisnya, seekor sapi yang dicuri tersebut sudah dalam kondisi terjagal dan hanya menyisakan bagian jeroan, kepala, dan kaki.

Sementara seekor sapi lainnya yang merupakan milik korban Redita, dalam kondisi lepas dari kandang dengan jarak sekitar 30 meter. “Waktu saya lihat, saya langsung emosi. Karena sapi yang dijagal itu sapi titipan. Saat saya temukan hanya tersisa bagian jeroan, kepala, dan kaki depan satu,” kata Redita.

Baca juga :  Hadapi Covid-19, OJK Keluarkan Kebijakan Stimulus Perekonomian

Menurut Redita, akhir-akhir ini ia melihat tidak ada aktivitas yang mencurigakan di sekitar lokasi kandang miliknya. “Jarang saya lihat ada orang di sini karena jauh dari pemukiman warga. Kalau jalan ke timur sungai, ke utara dan selatan jalan raya memang agak jauh,” ucap Redita.

Atas kejadian itu Redita mengaku, sudah melapor kepada Ketua RT setempat dan pihak berwajib. “Ada beberapa polisi turun mengecek dan menggali informasi. Kerugian akibat kejadian ini, sekitar Rp10 juta,” ungkap Redita.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Santika, mendaku belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. ‘’Belum ada laporan resmi, baru hanya penyampaian informasi saja dari Bhabinkamtibmas setempat. Kalau laporan tertulis, mungkin nanti akan disampaikan ke Polres,’’ pungkas Kompol Santika. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.