Dies Natalis Ke-71 UGM, Kagama Tanam 71 Bibit Bambu

  • Whatsapp
SEKRETARIAT Jendral Pengurus Pusat Kagama, AAGN Ari Dwipayana, menyerahkan bibit bambu saat kegiatan penanaman bambu dalam rangka Dies Natalis ke-71 UGM (Universitas Gadjah Mada) di Hutan Bambu Wana Kertha Lestari, Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/12/2020). Foto: ist
SEKRETARIAT Jendral Pengurus Pusat Kagama, AAGN Ari Dwipayana, menyerahkan bibit bambu saat kegiatan penanaman bambu dalam rangka Dies Natalis ke-71 UGM (Universitas Gadjah Mada) di Hutan Bambu Wana Kertha Lestari, Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/12/2020). Foto: ist

TABANAN – Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) melaksanakan kegiatan penanaman bambu, dalam rangka Dies Natalis ke-71 UGM (Universitas Gadjah Mada). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hutan Bambu Wana Kertha Lestari, Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/12/2020).

Bambu yang ditanam di lokasi tersebut sebanyak 71 pohon, yang terdiri dari 30 jenis bambu. Kegiat penanaman bambu bertujuan untuk melestarikan hutan bambu di Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Sekretariat Jendral Pengurus Pusat Kagama AAGN Ari Dwipayana; Ketua Pengurus Daerah Kagama Bali, I Gusti Agung Diatmika; Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama; Ketua Forum Petani Keren Agung Wedalan, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja. Hadir pula Camat Baturiti, I Wayan Adi Astrawan; Perbekel Desa Bangli, I Made Adiasa; Ketua Kelompok Tani Lestari, I Made Suda Arnaya, dan Keluarga Alumni Gadjah Mada sekitar 25 orang.

Ari Dwipayana menyebutkan, Kagama ingin  berguru pada bambu. Bambu tidak tumbuh cepat, di tahun pertama sampai tahun keempat karena dalam 4 tahun itu, bambu memperkuat akar (fondasinya) sehingga ditahun kelima bisa tumbuh tinggi. Bambu  memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan masyarakat Bali. Setiap upakara yadnya pasti menggunakan bambu sebagai pirantinya.

Baca juga :  Peraih Emas Olimpiade 2016 Pensiun, Ini Alasan Ayaka Gantung Raket

Karena itu, ulas dia, Kagama ingin menjaga dan melestarikan berbagai jenis bambu. Selain fungsi konservasi, Kagama juga ingin memperkuat hutan bambu sebagai tempat edukasi. Sehingga kita tidak hanya tahu jenis-jenis bambu, tapi ikut melakukan konservasi.

Di hutan bambu Sandaan ada 33 jenis bambu. Kagama ingin menambah lagi dengan jenis-jenis bambu baru. Kagama juga ingin memperkuat fungsi ekonomi konservasi, sehingga hutan bambu memberikan kesejahteraan  bagi warga yang berada di sekitar hutan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.