KLUNGKUNG – Meski Minggu merupakan hari libur, tapi menjelang persiapan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, tetap melakukan monitoring dan evaluasi ke Pasar Umum Galiran dan Pasar Seni Semarapura, Minggu (11/4/2021).
“Meski masih dalam situasi pendemi Covid-19 kondisi pasar saat ini cukup ramai, ini mungkin terjadi karena warga kita yang selama ini merantau sekarang di rumah untuk mempersiapkan sarana prasarana hari raya,” ujar Suwirta saat memantau situasi pasar didampingi Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa; dan Kepala UPT Pasar Semarapura, I Komang Sugianta.
Suwirta menguraikan, hal lain juga dapat terpantau seperti harga-harga kebutuhan pokok seperti cabai yang tidak terlalu tinggi karena sudah mengalami penurunan. Ini karena pasokan cabai dari luar sudah masuk, dan hasil panen dari petani lokal juga semakin ada. Namun, dia mengakui yang mengalami lonjakan harga adalah daging babi dan ayam.
Karena pandemi Covid-19 masih terjadi, dia tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu taat mengikuti protokol kesehatan (prokes). Selain itu, penataan parkir juga dinilai terlihat sangat rapi, sehingga para pengendara bisa leluasa keluar masuk mengendarai sepeda motor.
“Tentu ini merupakan hal yang sangat positif, agar kesan pasar tradisional kita di Kabupaten Klungkung ini tetap terjaga dengan baik,” pesannya. I Komang Sugianta menambahkan, saat ini harga kebutuhan pokok menjelang Galungan dan Kuningan seperti harga janur/bahan banten di kisaran Rp22 ribu-Rp27 ribu ribu per ikat, harga cabai merah per kilo kisaran Rp65 ribu-Rp70 ribu, harga cabai hijau Rp28 ribu-Rp30 ribu. Sementara untuk harga daging babi per kilo Rp90 ribu dan daging ayam Rp40 ribu-Rp45 ribu per kilo. baw
























