MATARAM – Voxpopuli melakukan survei untuk melihat elektabilitas partai politik pada awal tahun 2021. Hasilnya, elektabilitas PDIP dan Gerindra mengalami penurunan tajam. “Demokrat, PKS, dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas ketika parpol lain anjlok atau stabil,” kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad, dalam siaran tertulisnya, Selasa (26/1/2021).
Dia menyebut PDIP pada Juni 2020 elektabilitasnya masih 33,5 persen, kemudian Oktober 2020 menjadi 31,3 persen, dan saat ini hanya 19,6 persen. Partai Gerindra yang sebelumnya stabil di angka 14,1 persen pada Juni 2020, turun jadi 13,9 persen pada Oktober 2020, dan kian merosot tinggal 9,3 persen tahun 2021. Parpol dengan elektabilitas cenderung stabil yakni Demokrat, PKS, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Elektabilitas PSI naik dari 4,5 persen (Juni 2020) dan 4,7 persen (Oktober 2020) menjadi 4,9 persen.
Sementara elektabilitas PKS naik dari 5,3 persen pada Juni 2020, 5,6 persen pada Oktober 2020, dan kini menjadi 8,1 persen. Demokrat naik dari 3,4 persen pada Juni 2020, 3,3 persen pada Oktober 2020, dan kini menjadi 5,1 persen. Turunnya elektabilitas PDIP dan Gerindra, sebutnya, diduga ada kaitan dengan kasus korupsi yang membelit dua kader partai yang duduk sebagai menteri.
Kondisi itu, jelasnya, memberi keuntungan politik bagi parpol di luar pemerintahan, yaitu Demokrat dan PKS. Parpol lain yang elektabilitasnya stabil seperti Golkar (9,8 persen-8,7 persen-8,4 persen), PKB (6,4 persen-5,9 persen-5,5 persen), NasDem (4,3 persen-3,8 persen-3,6 persen), dan PPP (2,7 persen-2,0 persen-2,1 persen).
Di papan bawah terdapat PAN yang elektabilitasnya terus merosot (1,4 persen-1,2 persen-0,9 persen). Konflik internal yang melanda dan munculnya parpol baru Partai Ummat dinakhodai Amien Rais membuat posisi PAN makin terancam. Lainnya adalah Perindo (0,8 persen-0,6 persen-0,4 persen), Hanura (0,6 persen-0,5 persen-0,3 persen), dan Berkarya (0,4 persen-0,2 persen-0,1 persen). Parpol lainnya tidak mendapat dukungan, sedangkan partai baru, Gelora mendapat poin 0,1 persen, dan Partai Ummat hanya 0,2 persen.
“Anjloknya elektabilitas PDIP dan Gerindra sebagian besar lari ke golput. Responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab naik signifikan dari 12,2 persen (Juni 2020) dan 18,3 persen (Oktober 2020) melesat menjadi 31,4 persen,” jelas Dika.
Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020 melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia, yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Fungsionaris DPD Demokrat NTB Bidang Perhubungan dan Informatika, Junaidi Kasum, menilai hasil survei itu harus diimbangi kinerja partai yang baik dan terorganisir. Menurut dia, hasil survei Partai Demokrat secara nasional harus diimbangi kerja nyata kader Demokrat di NTB.
“Jangan sampai NTB malah jadi batu sandungan. Hasil survei Voxpopuli wajib dimaknai pengurus Demokrat harus berubah pengurusnya. Jangan lagi ada pengurus hanya mementingkan diri sendiri seperti kepengurusan saat ini,” sindirnya kemarin.
Dia menegaskan, Demokrat harus benar-benar diisi orang yang loyal dan mau bekerja optimal demi partai. Ini penting agar Demokrat tidak lagi menjadi nomor buntut, tapi menjadi terdepan. rul
























