Sulit Membentuk Karakter Siswa ?

  • Whatsapp

Oleh: Ni Made Sri Handayani, S.Pd.H. (Guru SMP PGRI 3 Denpasar)

Pendidikan merupakan bekal utama untuk menjalani kehidupan. Tanpa adanya pendidikan kita tidak akan pernah tahu apa – apa. Pendidikan yang memberikan kita jalan untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan. Tujuan dari Pendidikan yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak manusia. Pada jaman modern ini kita bertemu dengan jaman yang serba instan, apapun yang diinginkan bisa didapatkan melalui satu genggaman telepon pintar. Kemudahan tersebut menyebabkan manusia lebih malas untuk bekerja dan berupaya. Generasi yang menerima semua serba instan inilah yang disebut dengan generasi milenial. Beberapa alat yang meringankan beban manusia dalam mengerjakan pekerjaanya dengan sangat cepat seperti Handphone, laptop, Sepeda Motor, mesin cuci, blender, dll yang diciptakan untuk meringankan pekerjaan manusia agar menjadi lebih mudah. Sungguh berbeda dengan keadaan sebelum mengenal canggihnya teknologi.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya para pendidik di seluruh Indonesia memang telah merencanakan mengajar menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran pada era digital. Media pembelajaran yang dimaksud yaitu Radio, Televisi, Youtube, Google, Laptop, Handphone dengan tujuan agar semua komponen sekolah tidak jauh tertinggal oleh kemajuan teknologi.

Pandemi covid 19 yang menyebabkan seluruh dunia serentak melaksanakan pembelajaran online/Daring/ Dalam Jaringan karena keterbatasan kondisi untuk dapat bertatap fisik secara langsung demi keselamatan bersama. Metode pembelajaran dari rumah yang berlangsung semenjak mewabahnya covid-19 dipandu oleh guru dan juga melibatkan peran orang tua dalam mendampingi anaknya di rumah selama belajar. Nampak di media sosial banyak orang tua yang mengeluh dalam mendampingi dan membantu anaknya belajar. Disinilah orang Tua siswa baru sadar akan sulitnya menjadi seorang Guru. Mendidik satu anak saja sangat susah, apalagi yang jumlah siswanya sampai ribuan setiap tahunya. Orang tua tidak bisa begitu saja menyerahkan anaknya sepenuhnya untuk dididik disekolah. Namun harus adanya kerjasama antara orang tua, guru dan siswa di dalam mendidik/membimbing anak tersebut agar bisa memiliki karakter yang baik. Jadi sinergitas peran Orang Tua dan Guru sangatlah penting dalam kesuksesan pendidikan seorang anak. Era digital menyebabkan segalanya berubah drastis.

Baca juga :  UNBK SMK Berlangsung Sesuai Jadwal

Ada 3 fakor penyebab perubahan sikap seseorang. Faktor tersebut diantaranya: pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Pengaruh Lingkungan keluarga yang sering terjadi adalah perceraian orang tua, pertikaian orang tua, ekspresi sebagai anak tiri/dianak tirikan, ekspresi ketidakpedulian orang tua kepada anak, terlalu dimanjakan orang tua, selalu dilindungi/dibela oleh orang tua apapun tindakan si anak, selalu mendapat dukungan dari keluarga apapun tindakannya. Masyarakat tidak peduli terhadap tingkah laku anak-anak contoh : anak bertingkah tidak hormat kepada orang lain dibiarkan, budaya masyarakat yang tidak mendidik contoh : pada saat ada pertunjukan di masyarakat (dalam acara hajatan) dengan tidak segan-segannya masyarakat (para orang tua), minum-minuman keras, bermain judi dll di depan anak-anak , aparat penegak hukum tidak menindak setiap kejahatan, apalagi didesa/daerahnya sendiri, aparat penegak hukum bertindak jika mendapat laporan saja, perkembangan teknologi (HP, Media televisi, Internet, media massa dll), contoh tingkah laku pejabat (anggota DPR, DPRD atau pemimpin) yang arogan dan perkelahian-perkelahian di antara mereka di tempat siding maupun di luar sidang, tuntutan aktualisasi diri yang menyimpang. Sedangkan dilingkungan Sekolah tidak adanya aturan yang jelas di sekolah, tidak dilaksanakannya aturan sekolah dengan konsisten, tidak ada kepedulian guru untuk mendidik mental anak, pengelola (kepala sekolah, guru, karyawan, komite sekolah) tidak memberikan tauladan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Baca juga :  Klaster Kejutan Golkar di Pilkada, Antara Gertakan dan Harapan

Akhirnya Meningkatnya kekerasan pada siswa didik, penggunaan kata-kata yang memburuk, pengaruh rekan kelompok yang kuat dalam tindak kekerasan, Meningkatnya penggunaan narkoba, alcohol dan seks bebas, Kaburnya batasan moral baik-buruk, Menurunnya etos kerja, Rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, Rendahnya rasa tanggung jawab indvdu dan warga Negara, Membudayanya ketidak jujuran, Adanya saling curiga dan kebencian di antara sesama, Salah satu contoh perubahan sikap yang sering terjadi yaitu Perilakunya, gaya Bahasa, pergaulan dan cara berbicara ke orang yang lebih tua kurang sopan.

Kendala dari mengatasi perubahan karakter remaja bisa dilihat dari kurangnya pergaulan atau suka menyendiri bisa menjadi kendala karena tidak ada yang diajak bertukar pikiran sehingga bisa menjadikan anak tersebut mengambil keputusan sendiri yang belum tentu kebenaranya. Kurangnya sosialisasi menyebabkan anak tersebut tidak bisa membedakan mana yang bak dan mana yang buruk. Selain itu juga disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya sehingga anak tersebut mencari perhatian diluar rumah(disekolah maupun dilingkungan masyarakat).

Adapula disebabkan karena kurangnya memiliki sikap keterbukaan kepada orang tua sehingga bisa menyebabkan anak tersebut mengambil keputusan sendiri dan cenderung sembunyi – sembunyi di dalam mengambil tindakan, orang tua terlalu sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua. Alhasil anak tersebut merasa kesepian dan kurang perhatian hingga akhirnya anak tersebut mudah terpegaruh oleh hal – hal negatif. Seorang anak yang tidak bisa mengontrol emosi sehingga anak tersebut mudah marah, mudah sedih dan mudah mengambil tindakan diluar kendali, salah satu contohnya yaitu bunuh diri atau berbuat hal negatif yang lainya.

Solusi untuk memperbaiki karakter remaja dengan cara :

  1. Adanya peran serta antara Guru dan Orang Tua didalam mendidik, membimbing, menuntun, mengarahkan, menasehati anak tersebut
  2. Selalu saling mengingatkan hal – hal positif untuk diterapkan didalam kehidupan sehari – hari
  3. Ada keinginan untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Rajin membaca ajaran Agama sebagai tuntunan hidup
  5. Hindari Salah dalam bergaul, kita bisa saja berteman dengan siapapun, namun harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Karena kepribadian manusia akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri. Apabila seseorang bergaul di lingkungan yang baik,maka ia akan timbul kepribadian yang baik juga. Begitu juga sebaliknya, Apabila seseorang bergaul di lingkungan yang tidak baik, maka akan tibul kepribadian yang tidak baik juga. Jika di ibaratkan kita berada diruangan penuh oarfum, maka kita juga akan ikut wangi. Jika kita berteman dengan orang yang tidak baik, kita harus mampu membentengi diri atau menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh pada hal – hal negative.
  6. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak kecil. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus yang terjadi karena kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.
  7. Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
  8. Guru harus mampu menjadi tauladan bagi siswa.
  9. Guru berkewajiban menambah dan meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti workshop, pelatihan, tes, dll, agar bisa menjadi pendidik, pembimbing, penuntun, dan mengetahui psikologis siswa dalam proses belajar mengajar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.