Sugawa-Demer Mesra di Rakornis Pemenangan Pemilu, Golkar Optimis Patahkan Superioritas PDIP di Bali

  • Whatsapp
SUGAWA Korry bersama Demer dan pengurus DPP Partai Golkar menyaksikan Nurdin Halid memukul gong tanda dimulai Rakornis Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Bali, Selasa (10/11/2020). Foto: gus hendra
SUGAWA Korry bersama Demer dan pengurus DPP Partai Golkar menyaksikan Nurdin Halid memukul gong tanda dimulai Rakornis Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Bali, Selasa (10/11/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Dua elite politik Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry dan Gde Sumarjaya Linggih (Demer), memperlihatkan sikap hangat saat Rakornis Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Bali di Hotel GBB Sanur, Selasa (10/11/2020).

Kegiatan dibuka Waketum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, mewakili Ketua Umum Airlangga Hartarto. Selama acara, tidak terlihat ada aura bersimpang jalan antara Sugawa maupun Demer, meski keduanya sempat “berseberangan” dalam detik-detik akhir penentuan rekomendasi DPP untuk paslon Golkar di Pilkada Badung 2020.  

Bacaan Lainnya

Sebelum pembukaan acara, Sugawa berkumpul dan ngopi bareng di aula makan hotel dengan jajaran struktur DPD I dan DPD yang melaksanakan pilkada. Dia ditemani Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Rawan Atmaja. Sementara Demer yang menjabat Ketua Bidang Pemenangan Bali, NTB, dan NTT, memilih berkumpul bersama koleganya sesama struktur di DPP. “Ini mau ke atas, ketemu temen DPP,” kata Demer ramah saat berpapasan usai dari kamar kecil.

Meski posisi duduk Sugawa dan Demer tidak berdekatan, tapi keduanya tampak hangat saat bersama-sama di panggung ketika Nurdin Halid membuka acara melalui pemukulan gong. Sugawa juga memuji Demer yang turut menyumbang pemikiran dalam buku strategi pembangunan Bali, yang dirilis DPD Partai Golkar Bali.

Baca juga :  Penyaluran Bantuan Sosial di Badung, Wabup Suiasa Pastikan Tepat Sasaran

“Namanya politik, nggak boleh baperan. Kemarin mereka nggak cocok waktu soal rekomendasi Badung, sekarang karena masalahnya sudah selesai, ya akur lagi,” komentar seorang kader sambil terkekeh.

Dewa Suamba Negara selaku Ketua Panitia melaporkan, Rakornis diikuti struktur partai dan anggota Fraksi Golkar yang daerahnya ada pilkada. Selain internal partai, turut hadir paslon Amerta yang diusung Golkar dan koalisi di Pilkada Denpasar. Kandidat Wakil Bupati Bangli, Ngakan Kutha Parwata; dan calon Wakil Bupati Karangasem, Made Sukerana, juga hadir.

Saat memberi sambutan, Sugawa selaku Ketua DPD Partai Golkar Bali menguraikan proses dan persiapan pilkada yang dijalankan partai sampai saat kini. Dia memamerkan “kesuksesan” dalam menakhodai partai usai Musda dengan aklamasi, dan memaparkan upaya konsolidasi internal yang dijalankan begitu melanjutkan kepemimpinan dari Demer yang digantikan. Perintah DPP untuk musda jajaran DPD II juga diselesaikan tepat waktu, dengan semuanya memakai cara aklamasi.

Instruksi untuk musyawarah kecamatan harus selesai akhir tahun ini juga sedang berjalan, Kabupaten Buleleng malah sudah jalan di 8 kecamatan. Dia berharap 2020 tuntas konsolidasi, dan tahun 2021 fokus untuk 714 pimpinan desa seluruh Bali.

“Semua proses rekrutmen calon dan seleksi berjalan sesuai juklak DPP, tidak ada bertentangan dengan yang diputuskan DPP, semua berjalan baik. Terima kasih kepada jajaran dan paslon yang saat ini melaksanakan kampanye dengan tetap menaati protokol kesehatan,” pujinya disambut aplaus.

Baca juga :  Prof Wiku: Covid-19 Bukan Konspirasi, Tapi Ancaman Nyata di Sekitar Kita!

Sugawa mengakui Bali saat ini belum berhasil mempunyai kepala daerah, karena tersapu PDIP. Golkar yang awalnya superior kini jadi inferior. Namun, melihat semangat dan kerja keras kebersamaan kader dan partai koalisi, dia optimis dapat “pecah telur” saat 9 Desember dengan target kemenangan 60 persen. “Kami mengajak semua kerja keras, setuju?” serunya dijawab setuju hadirin.

Terkait buku strategi pembangunan yang dibagikan, Sugawa mengklaim jika kepala daerah menjalankan isinya, persoalan ekonomi saat pandemi Covid-19 dapat diatasi dengan baik. Para paslon yang diusung Golkar dan koalisi diminta membawa pemikiran dalam buku itu. “Saya akan beri juga ke Pak Gubernur. Minimal Gubernur nanti bisa diam-diam menggunakan pikiran Golkar,” kelakarnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.