Strategi Pencegahan Berita Hoaks, STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian di Tabana

  • Whatsapp
PENYERAHAN cenderamata dari STIK Lemdiklat Polri kepada Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Senin (11/10/2021). Foto: ist

TABANAN – STIK Lemdiklat Polri melakukan penelitian bertema “Strategi Pencegahan Berita Hoaks Terkait dengan Radikalisme dan Terorisme”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Senin (11/10/2021).

Tim dari STIK Lemdiklat Polri yang berkunjung ke Tabanan antara lain Kombes Pol. Irfing Jaya, Kombes Pol. Kurnianto Purwoko, AKBP Nurahmi Syafridawati, Pembina TK I Dr. Ilham Prisgunanto, dan Penata TK I Drs. Rahmadsyah Lubis. Tim diterima Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra beserta jajaran.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut juga menghadirkan undangan eksternal. Di antaranya Kadis Kominfo Tabanan, FKUB Tabanan, Ketua Pewarta Tabanan, perwakilan Kejaksaan, perwakilan Depag Tabanan, dan Kasihumas Polres Tabanan.

AKBP Ranefli mengatakan, tugas Polri semakin berat. Apalagi pada era digital dan teknologi saat ini. “Sebagai organisasi, Polri harus didukung SDM yang berkompetensi. Salah satu visi dan misi Kapolri yang tertuang dalam program prioritas presisi, adalah menjadikan SDM Polri yang unggul pada era police 4.0,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, salah satu ancaman nyata yang terjadi dan menonjol saat ini adalah terorisme dan radikalisme, yang telah mengoyak keutuhan bangsa dan negara, serta merusak nilai-nilai toleransi yang jadi ciri khas bangsa. Ancaman nonfisik yang tak nyata jauh lebih berbahaya, karena yang diubah adalah cara berpikir. Hal itu terjadi dan digaungkan secara masif melalui ruang-ruang media sosial.

Baca juga :  Pendataan WNA Ber-KTP Perlu Diperbaiki, Pilkada Denpasar Perebutkan 444.929 Pemilih

“Di wilayah hukum Polres Tabanan, dalam lingkup fisik pencegahan terorisme dan radikalisme sudah diwujudkan dalam bentuk penggalangan dan deradikalisasi di kantong-kantong ormas agama di Kabupaten Tabanan. Sementara dalam bentuk nonfisik berupa pembentukan Cyber Troops Polres Tabanan, yang dimotori Sihumas Polres Tabanan yang bertugas untuk men-take down berita hoaks maupun informasi salah yang muncul di media sosial, yaitu dengan cara melaporkan postingan tersebut atau membuat narasi yang meluruskan kesalahan,” beber Ranefli.

Menurut Kapolres, hal itu agar tidak menggiring masyarakat beropini negatif dari berita tersebut. Dengan penelitian, para peneliti dapat mengimplementasikan hasil riset di Polres Tabanan kepada peserta didik, sehingga setelah turun di masyarakat dapat dijadikan pedoman dalam menentukan kebijakan.

Kombes Pol. Irfing Jaya dari Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri mengatakan, pada 2019, Kapolri memberikan pesan pengkajian tentang radikalisme dan terorisme. Penelitian ada di empat polda yang pernah terkait masalah terorisme, yaitu di Polda Sulteng, Riau, Bali, dan Polda Sumsel.

“Penelitian ini akan jadi masukan kepada Mabes Polri. Pokok permasalahan yang akan dicari, yaitu macam berita hoaks, faktor pendukung berita hoaks, serta sinergitas Polri dengan masyarakat terkait berita hoaks,” jelas Irfing. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.