SMK TI Bali Global Denpasar Semakin Eksis dan Kreatif di Bidang Teknologi Informasi

  • Whatsapp
KASEK I Gusti Made Murjana menyerahkan tumpeng HUT kepada Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa saat puncak HUT ke-14 SMK TI Bali Global Denpasar, Selasa (10/11/2020). Foto: tra
KASEK I Gusti Made Murjana menyerahkan tumpeng HUT kepada Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa saat puncak HUT ke-14 SMK TI Bali Global Denpasar, Selasa (10/11/2020). Foto: tra

DENPASAR – Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, Selasa (10/11/2020), SMK TI Bali Global Denpasar merayakan hari jadinya ke-14. Puncak HUT ke-14 SMK TI Bali Global Denpasar di tengah pandemi Covid-19 ini dirayakan secara sederhana di aula sekolah setempat dengan protokol kesehatan ketat dan live streaming.

Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., lanjut diserahkan kepada Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. Acara dihadiri Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Wakil Ketua Yayasan I Made Malowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus.; Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, SH., M.Kom;  dan Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan.

Bacaan Lainnya

Saat itu, Kasek Gusti Made Murjana, mengisahkan perjalanan 14 tahun SMK TI Bali Global Denpasar. Sampai saat ini telah menamatkan sebelas angkatan dengan jumlah lulusan hampir 4.000 orang lebih.

Dalam penerimaan siswa baru tahun ini, SMK TI Bali Global Denpasar menerima 455 siswa dari 609 pendaftar. Sehingga studen body mencapai 1.388 siswa tersebar pada lima keahlian yakni RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TKJ  (Teknik Komputer Jaringan), MM (Multimedia) Animasi dan DKV (Desain Komunikasi Visual).

Baca juga :  Massker Sapa Warga Kecamatan Abang, Perajin Minta Akses Modal dan Pemasaran

Menjadi kebanggaan, kata Murjana, dalam masa pandemi Covid-19 ini, secara kualitas SMK TI Bali Global Denpasar tetap mendapat kepercayaan masyarakat. Ini tak terlepas dari kedisiplinan, sistem, dan proses pendidikan berjalan baik yang disertai dengan pengawasan dan monitoring serta evaluasi.

Begitu juga perolehan prestasi dan kompetensi siswa di bidang akademik dan nonakademik di tengah pandemi ini mengalami kemajuan. Tahun 2020 ini, siswa SMK TI Bali Global Denpasar menjuarai enam lomba di tingkat nasional dan 16 lomba di tingkat provinsi. Bahkan sampai saat ini masih dalam proses berlangsung dan masih diikuti delapan kategori lomba di tingkat nasional dan provinsi.

Murjana bilang enam prestasi itu menjadi kado istimewa HUT dan pas dengan tema HUT kali ini yakni “Kreativitas dalam Pandemi Covid-19”. Serangkaian HUT juga digelar anek lomba bernapas IT tingkat SMP, SMA/SMK se-Bali secara daring. SMK TI Bali Global Denpasar, kata Murjana, ingin tetap eksis dengan cara kreatif mengembangkan inovasi di bidang teknologi, salah satunya mengikuti lomba.

Prestasi itu menurutnya sekaligus membuktikan bahwa SMK TI Bali Global Denpasar mampu membina generasi muda agar berdaya saing. Untuk memfasilitasi kreativitas siswa, pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas guru dan peralatan penunjang pembelajaran. Harapannya, komitmen itu dapat meningkatkan minat lulusa SMP memilih SMK TI Bali Global Denpasar.

Baca juga :  Jaya-Wibawa “Ramal” Dapat Nomor 1, Amerta Incar Menang di Atas 5 Persen

Dia menyebutkan, di tengah pembatasan pertemuan tatap muka akibat pandemi Covid-19, SMK TI Bali Global Denpasar tetap optimal dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar berbasis digital atau e-learning. Penyesuaian ini sejatinya bukan hal baru bagi SMK TI Bali Global Denpasar, sebab digitalisasi memang menjadi pola yang telah terapkan sejak awal.

Kemampuan SMK TI Bali Global Denpasar beradaptasi terhadap perkembangan teknologi diapresiasi Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. I Made Bandem. Ia ini menyebut, tema kreativitas juga sejalan dengan Revolusi Industri 4.0 yakni pengembangan berbasis digital.

Prof. Bandem menyebut, kreativitas adalah kemampuan seseorang atau kelompok. Kalau di Amerika, penciptaan itu dari yang tidak ada, jadi ada. Tapi bagi kita, tidak hanya itu, tapi juga kemampuan kita mengintegrasikan hal-hal yang tidak teratur jadi teratur. Tegas dia, kreativitas itu bersifat dinamis dan berkesinambungan. Maka dia mengajak sekolah untuk memperkaya fasilitas, khususnya di bidang animasi. Dia menyebut, sekolah teknologi sebaiknya memiliki laboratorium animasi yang representatif. Fasilitas itu belum banyak ada di Bali, sehingga keberadaannya akan sangat bermanfaat untuk memajukan kemampuan siswa, sehingga bisa meningkatkan kemampuan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.