Siswa masih Berkerumun saat Pulang Sekolah

  • Whatsapp
KERUMUNAN siswa di Gianyar saat pulang sekolah. foto: adi

GIANYAR – Simulasi belajar tatap muka yang digelar di beberapa sekolah memperlihatkan masih perlu dilakukan evaluasi. Ketika belajar, siswa memang menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hanya, saat pulang sekolah, masih tetap berkerumun.

Hal itu diungkapkan Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, Rabu (23/12/2020). “Ini ada laporan dari masyarakat yang saya terima. Dan juga memantau sambil lewat di beberapa sekolah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kata dia, kerumunan itu dilihat di beberapa sekolah yang melakukan simulasi, maupun saat penerimaan rapor. “Masih perlu dijadikan perhatian seluruh komponen sekolah, mulai dari pihak sekolah, orang tua maupun pemerintah,” ungkapnya.

Hal utama yang dia perhatikan adalah banyak yang belum mampu menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama menjaga jarak. “Kalau mau jujur, harus diakui semua belum siap dengan disiplin ketat penerapan prokes yang betul-betul bisa mencegah berbagai risiko peluang penularan Covid-19,” sebutnya.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak meningkatkan pengawasan disiplin 3M dengan disiplin pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan yang paling penting tidak berkerumun dengan menjaga jarak.

Ariasa menilai siswa atau seumuran pelajar tidak perlu menjalani tes cepat Covid-19, karena sementara waktu mereka masih cukup tahan dengan risiko terpapar. Namun, tetap bisa menjadi transmiter atau pembawa virus kepada orangtua dan keluarga yang rentan di rumah maupun lingkungannya.

Baca juga :  Kejari Gianyar Edukasi Perbekel Gunakan Dana Desa untuk Covid-19

Karena itu semua pihak diajak saling mengingatkan. “Mulai dari orangtua, siswa, seluruh unsur sekolah dan pemerintah harus terus melakukan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Secara umum, kata dia, pelaksanaan simulasi di kelas berjalan baik. Dari pantauan KPPAD Bali, siswa mengenakan masker saat belajar, dan sekolah juga menyediakan wastafel untuk cuci tangan. “Semoga tingkat disiplin anak meningkat, sehingga pelaksanaan belajar tatap muka pada Januari 2021 bisa terlaksana lebih baik,” harapnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.