Sikapi Aspirasi Warga, Legislator Bangli Undang Investor

KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika; didampingi Wakil Ketua, I Komang Carles, Selasa (25/7/2023) mengundang beberapa pihak menindaklanjuti aspirasi warga terkait proyek pembangunan resort di wilayah Batur Tengah, Kecamatan Kintamani. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi terkait tempat tinggal dan lahan pertanian mereka yang terdampak proyek pembangunan resort di wilayah Batur Tengah, Kecamatan Kintamani.

Selasa (25/7/2023) dia mengundang BKSDA yang mengelola kawasan, investor, Kadisparbud Bangli, dan PMPTSP untuk minta penjelasan terkait keberatan warga yang mengadu ke DPRD sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan di DPRD Bangli itu, hadir I Gusti Bagus Sudiantara dari BKSDA, I Made Budi Adnyana dari KPAK Kintamani, Sulistiyo Widodo selaku Kasi 2 BKSDA Bali, Kadisparbud I Wayan Sugiarta, Jenet Hiberon selaku Plt. Kadis PMPTSP Bangli, dan Ida Bagus Agastya sebagai Direktur PT Tanaya Pesona Batur.

Suastika menanyakan keluhan bahwa investor masuk di kawasan yang ditempati warga. Juga berencana membangun resort dan fasilitas lainnya dengan menunjukkan izin pemanfaatan lahan di TWA Gunung Batur seluas 85,66 hektar.

Perizinan dari HK sampai 85,66 hektar untuk tahap pertama, pengembangan seluas 22 hektar, sisanya dijaga dan dilestarikan. Lahan yang ditempati warga saat ini akan direlokasi. Ada sekitar 60 KK tinggal di kawasan dimaksud, dan sebagian menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan tersebut.

Agastya menjelaskan, pengajuan rencana proyek dilakukan sejak dua tahun lalu, dan baru tahun 2023 selesai semua izin yang diperlukan. Adanya keluhan warga, dia menilai kemungkinan belum berimbangnya informasi.

Dia berujar, investasi pembangunan pariwisata di Bangli sangat minim, justru mengarah ke Canggu (Badung) dan Ubud (Gianyar). Karena itu, sebutnya, ada keinginan untuk ikut berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata di Bangli, khususnya Kintamani.

Dalam pengurusan izin, jelasnya, ada syarat untuk memberdayakan masyarakat yang selama ini menempati kawasan tersebut. “Dari 85,6 hektar, hanya bisa digunakan 10 persennya atau yakni 8,6 hektar saja,” jelasnya.

Karena akan memberdayakan masyarakat sekitar, ulasnya, kemudian diperluas menjadi 22 hektar akan dijadikan wahana menampilkan kesenian asli Bangli. Misalnya Sendratari Kang Ching Wi yang merupakan legenda asli Bangli, Festival Balingkang, dan agrowisata serta ekowisata dengan tidak mengubah struktur.

Lebih jauh diutarakan, dari 47 KK yang disampaikan oleh BKSDA, 30 KK sudah setuju dan sisanya belum belum maksimal diajak rembuk. Dia menyebut sangat berlebihan jika ada kekhawatiran masyarakat akan digusur untuk pembangunan proyek itu.

“Justru untuk memberdayakan masyarakat kami akan mulai membukakan lahan pertanian dalam satu lokasi, dulu lahannya terpencar. Sebelum selesai lahan yang akan dijadikan tempat relokasi yang nanti seperti hamparan pertanian, warga yang diajak kerja sama belum direlokasi,” katanya bernada menjamin.

Selain itu, dia mengklaim akan dibuatkan kios UMKM, jadi bukan permukiman karena itu melanggar aturan. ”Pada prinsipnya pertanian tetap, berdayakan tenaga kerja, UMKM bisa kerja sama,“ sebutnya menandaskan.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Senin (24/7/2023) mendatangi DPRD Bangli. Mereka diterima Ketua DPRD I Ketut Suastika didampingi wakilnya, I Komang Carles, dan I Made Joko Arnawa.

Menurut salah seorang warga, Endah Kurnia, selama ini mereka tinggal di kawasan konservasi, tepatnya di wilayah Taman Wisata Alam Gunung Batur. Warga berasal dari beberapa desa seperti Batur Tengah hingga Songan.

“Kami sudah tinggal di sana jauh sebelum ada penunjukkan kawasan konservasi seperti sekarang. Selain sebagai tempat tinggal, di areal tersebut juga kami gunakan sebagai lokasi pertanian,” serunya saat mengadu. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses