Siapkan 15 Ribu Vial Vaksin Rabies, Dinas Pertanian Buleleng Target 80 Ribu Anjing Divaksinasi

DINAS Pertanian Kabupaten Buleleng kembali melakukan vaksinasi rabies secara masal. Tahun ini, vaksinasi ditarget menyasar 80 ribu populasi anjing yang ada atau sekitar 80 persen. Foto: ist
DINAS Pertanian Kabupaten Buleleng kembali melakukan vaksinasi rabies secara masal. Tahun ini, vaksinasi ditarget menyasar 80 ribu populasi anjing yang ada atau sekitar 80 persen. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng kembali melakukan vaksinasi rabies secara masal. Tahun ini, vaksinasi ditarget menyasar 80 ribu populasi anjing yang ada atau sekitar 80 persen. Distan sendiri pun sudah menyiapkan lebih dari 15 ribu vial vaksin untuk melakukan vaksinasi anjing di 146 Desa/Kelurahan yang ada di Buleleng.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Made Sumiarta, pada Jumat (15/3/2024) mengatakan, saat ini memprioritaskan desa-desa yang capaian vaksinasinya masih rendah pada tahun 2023 lalu. Dimana, Vaksinasi sudah mulai dilakukan sejak beberapa pekan lalu, dengan menyasar dua desa yakni Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt dan Desa Dencarik, Kecamatan Banjar.

Bacaan Lainnya

“Total anjing yang divaksinasi di dua desa tersebut sebanyak 1.100 ekor” kata Sumiarta.

Sumiarta menjelaskan, pihaknya dalam melakukan vaksinasi juga dibantu Tim Siaga Rabies (Tisira). Namun demikian, kendala utama dalam pelaksanaan vaksinasi anjing adalah dana operasional tim Tisira yang harus dianggarkan oleh pemerintah Desa. Sumiarta pun berharap, desa-desa dapat mengalokasikan anggaran untuk operasional Tisira dalam APBDes.

“Terkadang pihak Desa terkendala administrasi dalam penganggarannya. Apalagi saat ini beberapa daerah terjadi pemangkasan anggaran” jelasnya

Sumiarta menambahkan, upaya vaksinasi anjing masalh di masyrakat diharapkan dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit rabies. Selain itu, dengan adanya Pararem yang di telah buat Desa Adat di Kabupaten Buleleng yang memuat tentang tata cara memelihara anjing juga dapat menekan kasus hewan penular rabies (HPR). edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses