Siapa Capres Pilihan Anda? Tokoh yang Merakyat atau yang Asyik Tinggal Nyaman di Istana?

Made Nariana. foto: dok

Oleh Made Nariana

PAHAMI keinginan rakyat. Ikuti keinginan rakyat. Dan penuhi apa yang diperlukan rakyat”, Begitulah pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di suatu kesempatan – mengingatkan kepada siapa pun kelak akan menggantikan dirinya sebagai Presiden di negeri ini.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Jokowi mengharapkan, Presiden nanti jangan hanya diam di Istana yang ac-nya dingin. Pemimpin harus turun ke bawah, melihat rakyat dan merasakan denyut nadi rakyat di Indonesia yang begitu luas.

“Rakyat harus hati-hati memilih Presiden. Kalau wajahnya cling…..pasti sudah hanya senang tinggal di kantor, tidak mau ketemu rakyat. Pilih yang wajahnya mengkerut karena memikirkan rakyat. Pilih yang rambutnya putih. Pasti dah mereka memikirkan rakyat,” kata Jokowi memberikan ilustrasi.

Ia mengatakan arah pembangunan yang dilakukan selama ini sudah benar. Hendaknya dilanjutkan, sehingga tahun 2045 nanti bangsa Indonesia menjadi negara maju – masuk negara lima besar di dunia.

Mengapa Jokowi berwacana seperti itu? Pasalnya sejumlah capres mengatakan dan mengklaim, ia mendapat restu dari Jokowi untuk meneruskan kepemimpinannya. Semua ingin bersandar kepada Jokowi, akibat 80 persen lebih masyarakat puas dengan kinerja Jokowi di akhir masa jabatan tahun 2024.

Bahkan salah satu Lembaga survei mengatakan, kepuasan masyarakat Indonesia kepada Jokowi mencapai angka 90 persen. Dunia mengakui kepemimpinan Jokowi!

Kalau Ganjar Pranowo yang menjadi capres PDI-P minta dukungan Jokowi wajarlah. Sebab ia satu partai. Tetapi anehnya Prabowo Subianto juga “mencari angin” dari Jokowi supaya mendapat dukungan memuluskan niatnya menjadi Presiden.

Kini rakyat tinggal memilih. Mau Prabowo Subianto (PS) yang umurnya nanti tahun 2024 mencapai 73 tahun? Kelihatan tidak lincah lagi. Pasti sudah tidak dapat memenuhi harapan Jokowi supaya pemimpin dekat dengan rakyat. PS kelihatan agak lamban karena fisik karena fisik sudah lansia.

Kedua; capres Ganjar Pranowo yang kelihatan masih sangat lincah. Capres yang gemar olahraga ini, kelihatan memiliki kemiripan dengan Jokowi. Senang bertemu rakyat, menyentuh hatinya rakyat, salaman dengan banyak rakyat. Ganjar sangat lincah ke mana saja di negeri yang sangat luas ini.

Ketiga; capres mantan Gubernur DKI Anies Baswedan yang senang berpidato dari mimbar ke mimbar. Ia juga kurang lincah turun ke bawah menemui rakyat banyak. Pintar bicara, sebab capres ini mantan dosen.

Kaum fanatisme pasti sudah memiliki pilihan masing-masing. Namun banyak pula rakyat belum menentukan pilihan. Kalau masyarakat puas dengan cara kerja Jokowi pastilah yang dipilih siapa yang diinginkan Jokowi.

Namun kalau mereka yang ingin mengubah apa yang sudah dilakukan Jokowi untuk negeri ini, mungkin akan memilih yang lain. Persoalannya apanya diubah, apalagi aliran perubahan belum memiliki konsep yang jelas.

Suara rakyat konon suara Tuhan. Silakan gunakan sesuai dengan hati nurani. Jangan mengikuti tokoh-tokoh sakit hati apalagi mereka memiliki jiwa sengkuni yang senang mencemooh, memfitnah dan menjelek-jelekan orang lain. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses