Siap Tinggalkan Kemenlu, Lalu Iqbal Pastikan Maju di Pilgub NTB

Lalu Muhamad Iqbal. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Sejumlah tokoh berpengaruh masuk dalam bursa calon Gubernur dalam Pilkada 2024. Tidak hanya dari kalangan politisi, tokoh yang sudah menyatakan diri maju pemilihan gubernur (Pilgub) NTB 2024 juga berasal dari birokrat.

Satu di antaranya adalah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Lalu Muhamad Iqbal, yang memastikan kesiapan maju dalam Pilgub. Dia menantang nama beken yang mengisyaratkan bakal tampil, yakni mantan Gubernur Zulkieflimansyah hingga Penjabat (Pj) Gubernur Lalu Gita Ariadi.

Bacaan Lainnya

Pria kelahiran Praya, 10 Juli 1972 itu membeberkan alasan maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2024, meskipun punya karier yang mentereng di Kemlu. Lalu Iqbal mengaku banyak pertanyaan masyarakat apakah dia serius maju dalam Pilgub NTB 2024. Ada yang menilai dia muncul hanya untuk memecah suara di Pulau Lombok.

‘’Jadi, tidak ada maksud saya untuk memecah (suara) di Lombok. Sepenuhnya ini adalah keputusan pribadi saya untuk maju. Keputusan ini didasari oleh niat baik,’’ tegas Iqbal pada wartawan, Selasa (2/4/2024).

Mantan Dubes Turki ini menyatakan, sebagai diplomat, dia merasa sudah mencapai puncak karier. Pun sebagai ASN, dia juga mencapai puncak karier sebagai pejabat eselon I di Kemlu. Masa pensiun sebagai ASN juga masih cukup panjang. Lalu Iqbal memantapkan diri untuk maju dalam Pilgub NTB 2024.

Keputusan pulang kampung untuk maju Pilgub NTB 2024, memang banyak sahabatnya di Jakarta yang tidak setuju. Mereka berharap Mamiq Iqbal, sapaan akrabnya, tetap berkarier di Jakarta.

‘’Tapi jawaban saya sederhana. Saya mengucapkan terima kasih atas rasa sayang mereka kepada saya. Tetapi saya bilang bahwa ini bukan masalah jabatan, bukan masalah posisi. Ini adalah panggilan jiwa. Tidak bisa teman-teman memahami ini dengan logika jabatan. Ini logikanya adalah panggilan jiwa,’’ jelasnya.

Lalu Iqbal mengatakan banyak yang menanyakan dia yang tiba-tiba ingin pulang kampung ke NTB. Tetapi, Iqbal menjelaskan keinginan pulang kampung bukan tiba-tiba. Tetapi keinginan pulang kampung sudah ada sejak 26 tahun silam. Saat itu, ayahnya tidak mengizinkan dirinya pulang kampung selama sang ayah masih hidup.

Ia kemudian mempersembahkan puncak kariernya kepada kedua orang tua ketika diangkat menjadi Dubes Indonesia untuk Turki oleh Presiden Joko Widodo yang dilantik di Istana Negara pada 7 Januari 2019. ‘’Jadi pulang ini bukan mengejar jabatan tapi menginfakkan diri untuk kampung halaman. Cita-cita pulang ini bukan barang baru tapi sudah lama,’’ tegas Lalu Iqbal.

Menurutnya, menjadi Gubernur bukan soal jabatan. Ia menyebut jabatan sebagai duta besar jauh lebih mewah dibandingkan sebagai gubernur. ‘’Jadi kalau hanya mencari kemewahan jabatan, lebih baik saya di Kemlu daripada pulang ke NTB. Tapi sekali lagi masalahnya bukan jabatan,’’ ucap Iqbal.

Diakuinya, hal yang menarik menjadi gubernur adalah kewenangannya. Dengan kewenangan yang dimiliki jika menjadi gubernur, maka dapat melakukan perubahan dan perbaikan di NTB.

Lalu Iqbal menyadari bahwa perlu dukungan dari partai politik. Sehingga, dirinya telah membangun komunikasi dengan pimpinan partai politik yang ada di NTB. ‘’Saya sudah sowan ke hampir semua ketua DPW dan DPD partai di NTB. Kecuali ada yang belum, dan kita selesaikan dalam waktu dekat. Kita bertukar pikiran terkait situasi di NTB,’’ pungkas Lalu Iqbal. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses