“Shortcut” Singaraja-Mengwitani Segera Tuntas

  • Whatsapp
GAMBAR rancangan shortcut Singaraja-Mengwitani. foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, berkomitmen untuk mewujudkan infrastruktur terintegrasi. Salah satunya yakni dengan melanjutkan pembangunan shortcut Kota Singaraja-Mengwitani titik 7A, 7B, 7C serta titik 8 serta rest area. Dengan dilanjutkannya proyek ini, diharapkan dapat mengurangi tikungan dan kemiringan jalan.

‘’Dengan demikian, strukturnya lebih landai dan mempersingkat waktu perjalanan dari Denpasar ke Singaraja begitu pun sebaliknya,’’ ungkap kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, di Denpasar, Selasa (31/8/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, groundbreaking atau peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan ruas jalan titik 7A, 7B, 7C dengan panjang 601 meter serta titik 8 sepanjang 1.564 meter dan rest area atau anjung pandang ini akan dilaksanakan pada Kamis (2/9/2021) pagi di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng. Total panjang pembangunan ruas jalan titik 7A, 7B, 7C, dan titik 8 menjadi 1.404 meter. Sedangkan total panjang jembatan 160 meter.

“Bapak Gubernur Koster berkomitmen untuk menyelesaikan shortcut Singaraja-Mengwitani ini meski di tengah pandemi. Bahkan pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari APBN semuanya masih sesuai dengan rencana, tidak ada yang batal atau dipotong. Jadi semua akan terus jalan. Pemprov Bali juga telah menuntaskan biasa pembebasan lahannya,” tegas Nusakti.

Baca juga :  Ditemukan Narkotika, Kalapastik Siap Dicopot

Menurutnya, pembangunan shortcut batas Kota Singaraja-Mengwitani penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan, khususnya di sektor pariwisata sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Latar belakang dibangunanya shortcut pada titik 7A, 7B dan 7C disebabkan karena kondisi jalan existing terdapat tikungan pendek yang jari-jari tikungannya kecil dengan kelandaian lebih dari 10 persen, sehingga kecepatan kendaraan hanya 20 km/jam.

Adapun skema pembiayaan dengan dana APBN murni maupun SBSN dengan rencana biaya di gabung dengan SC 8 senilai Rp 145.568.901.000 (multi years contract).

Dia menambahkan, Pemprov Bali mengerjakan Detail Engineering Design (DED) serta melakukan pembebasan lahan seluas 11,970 Ha dengan biaya pembebasan Rp 83.731.405.598 yang saat ini telah tuntas dilakukan.

Tak hanya sampai disitu, pada proyek ini juga akan di bangun rest area atau anjung pandang dan Monumen Ki Barak Panji Sakti sebagai ikon. ‘’Luas area taman dan parkir 2,158 M2 dan luas bangunan 180,3 M2 dengan perkiraan biaya mencapai Rp. 4.171.904.431,67,’’ imbuh Nusakti.

Sesuai keputusan bersama antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, maka untuk patung yang akan dipasang pada lokasi anjung pandang nantinya adalah patung Ki Barak Panji Sakti. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.