GIANYAR – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar merehabilitasi sebanyak 13 penyalahguna narkotika selama tahun 2020. Mereka seluruhnya laki-laki dengan rentang usia produktif dari 18 s.d. 57 tahun. Data tersebut diungkapkan Kepala BNNK Gianyar, AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, Rabu (16/12/2020).
Lebih jauh disampaikan, dua tahun sebelumnya, BNNK Gianyar juga merehabilitasi 13 korban penyalahgunaan narkotika, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 3 perempuan. Tahun 2019 jumlahnya mengalami peningkatan dengan total 15 orang direhabilitasi, terdiri dari 11 laki-laki dan 4 perempuan. “Rata-rata korban penyalahgunaan narkotika ini terjerumus mengkonsumsi sabu-sabu dan ekstasi,” jelasnya.
Secara teknis, ulasnya, korban penyalahgunaan narkotika melakukan rehabilitasi datang sendiri ke kantor BNNK Gianyar. Mereka biasanya datang dengan kesadaran sendiri, minta tolong agar direhab, BNNK menerima dan melakukan konseling, lalu asesmen. Bagi yang menjalani rehab, pendampingan dilakukan selama dua bulan.
“Rawat jalan selama dua bulan, diberikan penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi penyalahgunaan narkotika. Dilaksanakan selama delapan kali pertemuan,” ulasnya.
Para korban penyalahgunaan narkotika ini, terangnya, dominan kategori rekreasi. Sebagai pemula, mereka iseng-iseng, diajak mencoba oleh teman. Bagi yang begini cukup rawat jalan. Namun, jika terkategori adiksi atau kecanduan, maka perlu dirawat inap di Balai Rehabilitasi Gedung Dharmawangsa RSJ Bangli.
Setelah dua bulan pendampingan, para korban ini akan mulai pulih dari penyalahgunaan narkotika. Hanya, tidak bisa sembuh total. “Meski sudah selesai rehab, melalui agen pemulihan, biasanya mereka tetap dipantau,” cetusnya.
Mengenai pengungkapan kasus, pada tahun 2020 ini BNNK Gianyar mengungkap tiga kasus. Sebagai bentuk pencegahan, BNNK Gianyar melaksanakan beberapa program unggulan seperti Desa Bersinar, Kampus Bersinar, Calon Pengantin Bersih dari narkoba, dan lainnya. “Tahun 2020 ini sudah tujuh desa menjadi Desa Bersih Narkoba, tahun depan akan dicanangkan lagi delapan desa,” pungkasnya. adi
























