Sesuai Instruksi Mendagri, Pemkab Tabanan Terapkan PPKM Mikro

  • Whatsapp
RAKOR tindak lanjut terkait PPKM tahap III di Kabupaten Tabanan, dipimpin Sekda Tabanan, I Gede Susila. Foto: ist
RAKOR tindak lanjut terkait PPKM tahap III di Kabupaten Tabanan, dipimpin Sekda Tabanan, I Gede Susila. Foto: ist

TABANAN – Sesuai instruksi dan Surat Edaran Mendagri RI, Pemkab Tabanan pun memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga tahap III yang berbasis mikro. Untuk mengoptimalkan hal itu, PPKM di tingkat desa dimulai Selasa (9/2/2021) sampai dengan 22 Februari 2021.

Sebelumnya, Sekda Tabanan, I Gede Susila, juga mengungkapkan hal itu dalam rapat koordinasi tindak lanjut terkait PPKM tahap III di Kabupaten Tabanan. Turut hadir Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar; Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, para asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Para Camat se-Kabupaten Tabanan pun hadir dalam rakor tersebut.

Bacaan Lainnya

Susila mengatakan, pelaksanaan PPKM berbasis mikro adalah tindak lanjut dari PPKM tahap I dan II. Mengingat pelaksanaan dua kali PPKM sebelumnya belum memberikan hasil maksimal terhadap penurunan Covid-19, khususnya di Kabupaten Tabanan. “Untuk itu masih diperlukan pengetatan-pengetatan dan penguncian-penguncian terhadap pelaksanaan PPKM, sesuai Instruksi Mendagri, yang harus memberlakukan PPKM berbasis mikro, yang dilakukan dalam kegiatan di RT/RT. Kalau kita di tingkat desa ataupun desa adat,” ungkap Susila.

Menurutnya, penerapan PPKM mikro berbasis desa di Tabanan akan dilaksanakan sesuai dengan zona-zona penyebaran Covid-19. Antara lain di zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Di setiap zona akan diterapkan PPKM yang berbeda, guna mengoptimalkan penerapan PPKM, sehingga mampu memutus penyebaran virus tersebut.

Baca juga :  Bapas Karangasem Segera Luncurkan “Wayan Jempolan”

Dikatakan, dalam instruksi ataupun SE Mendagri, telah dijelaskan tentang penanganan PPKM di setiap zona. Juga tentang pembentukan posko-posko di setiap wilayah sudah diatur sedemikian rupa. Tinggal pelaksanaan di masing-masing wilayah.

“Silakan lakukan langkah-langkah penting, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Disiplinkan masyarakat agar tidak kecolongan, dan memang perlu waktu bagi kita. Hal ini sudah jelas dalam Inmendagri, dan tidak memengaruhi antara desa dan desa lainnya. Bukan berarti yang di zona merah tidak bisa dimasuki orang luar desa, namun dibatasi seperti untuk kegiatan upacara adat, ibadah, dan lainnya,” tegas Susila. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.