Sesuai Edaran MDA-PHDI Bali, Melasti di Denpasar “Ngubeng”

  • Whatsapp
WALI Kota Jaya Negara (kiri) saat menghadiri rakor pengamanan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1943 dan Isra Miraj yang dilaksanakan Polresta Denpasar, Jumat (5/3/2021). Foto: ist
WALI Kota Jaya Negara (kiri) saat menghadiri rakor pengamanan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1943 dan Isra Miraj yang dilaksanakan Polresta Denpasar, Jumat (5/3/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pelaksanaan upacara melasti serangkaian hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 di Kota Denpasar akan kembali dilaksanakan secara ngubeng. Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali yang telah diterima sebelumnya.

“Artinya dalam pelaksanaan ini dapat memperkecil keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan rangkaian upacara,” ujar Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dalam rapat koordinasi (rakor) pengamanan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 dan peringatan Isra Miraj yang dilaksanakan di Polresta Denpasar, Jumat (5/3/2021).

Bacaan Lainnya

Rakor yang dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dihadiri pula Dandim 1611 Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana, OPD terkait Pemkot Denpasar, dan para tokoh agama. Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polresta Denpasar dan Dandim 1611 Badung telah melakukan antisipasi keamanan bersama dalam pelaksanaan rangkaian Nyepi dan Isra Miraj mendatang.

Jaya Negara juga mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi bersama desa adat se-Kota Denpasar terkait pelaksanaan rangkaian hari raya Nyepi. Dalam waktu dekat Pemkot akan kembali melakukan langkah koordinasi bersama desa adat untuk membahas rangkaian Nyepi dari upacara melasti hingga ngembak geni.

Wali Kota mengharapkan pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi dan Isra Miraj dapat berjalan lancar dan aman serta masyarakat dapat tetap sehat dan produktif, serta bersama mencegah penyebaran Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Pemda KLU Wacanakan ‘Ngutang’ Bangun Kantor Bupati dan DPR

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan, rangkaian hari suci Nyepi dan Isra Miraj dalam situasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hendaknya sejalan dengan upaya dan langkah yang telah dilakukan pemerintah.

Pelaksanaan kegiatan wajib berpedoman pada prokes 6M yang meliputi memakai masker dengan benar, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup, serta menjauhi kerumunan.

“Pengamanan terencana melibatkan instansi terkait dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan kedua hari raya dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta meningkatkan rasa toleransi beragama dalam wilayah hukum Polresta Denpasar,” pungkas Jansen Avitus Panjaitan. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.