Sengketa Pilkada Sumbawa, Keterangan Ahli Belum Gambarkan Kecurangan Terjadi TSM

  • Whatsapp
Prof. Refly Harun. Foto: rul
Prof. Refly Harun. Foto: rul

MATARAM – Akademisi hukum tata negara, Refly Harun, menjadi saksi ahli dalam sidang perkara dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM) di Pilkada Sumbawa yang dilakukan pasangan calon Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi). Refly Harun menjadi ahli yang diajukan tim paslon Syarafuddin Jarot-Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sebagai pelapor, Senin (4/1/2021).

Refly mengatakan, pemilu dan pilkada harus berlangsung sesuai asas langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber) serta, jujur dan adil (jurdil). Hal ini agar electoral justice (keadilan pemilu) dapat terwujud. “Jadi, tidak boleh penyelenggara pemilu itu memenangkan paslon yang terang-terangan berbuat curang. Itulah kira-kira prinsip electoral justice itu,” katanya usai memberi keterangan ahli pada sidang lanjutan sengketa Pilkada Sumbawa di kantor Bawaslu NTB, kemarin.

Bacaan Lainnya

Refly menegaskan, dalam kerangka pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM) itu, unsur terstruktur bisa dilakukan oleh tertentu yang dominan memiliki kekuatan di suatu wilayah. Batasan sistematis, sambungnya, yakni direncanakan sedari awal. Masif bisa berarti menyebar di semua kecamatan, atau bisa juga hanya satu desa dan kecamatan saja.

“Di kesaksian ahli saya, kasus TSM khususnya sistematis dan masif itu pernah terjadi di Pilgub Jatim, yakni di wilayah Pulau Madura. Hanya tiga wilayah yang dipersoalkan, yakni Sampang, Pamekasan dan Bangkalan. Namun, oleh majelis hakim, tiga wilayah ini bisa mewakili keseluruhan wilayah Pulau Madura dan Provinsi Jawa Timur,” ulasnya.

Baca juga :  Rasio Tes Indonesia Tidak Bisa Serta Merta Dibandingkan dengan Negara Lain

“Contoh TSM di Jatim adalah pertama di Indonesia. Makanya saya berikan gambaran sesuai keahlian saya untuk bisa membuka khasanah berpikir majelis hakim di Bawaslu NTB yang tengah menyidangkan kasus Pilkada Sumbawa,” sambungnya.

Refly mengakui didatangkan oleh paslon Jarot-Mokhlis, meski dia mengklaim belum mengenal paslon tersebut sampai dengan bersaksi di sidang Bawaslu. Dalam kesempatan itu. Refly menyatakan terkait akan hadirnya sejumlah saksi dari kalangan pejabat ASN Pemprov NTB di Pilkada Sumbawa itu sebagai hal yang sah-sah saja dilakukan. Yang tidak boleh itu, lanjutnya, selepas menjadi saksi, para pejabat ASN itu diberikan sanksi hilangnya jabatan lantaran paslon yang didukung atasannya kalah di pilkada.

“Saya minta agar para ASN Pemprov perlu diberikan perlindungan. Sebab, hadirnya mereka di sidang adalah sebuah kewajiban konstitusi. Tapi penyakitnya itu, besok setelah bersidang jabatannya melayang kalau paslon yang diusung pimpinannya kalah,” sindirnya.

Di kesempatan terpisah, kuasa hukum paslon Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi), Wahid Jan, mengaku optimis gugatan paslon Jarot-Mokhlis akan ditolak oleh majelis hakim. Alasannya, jika ditelisik fakta persidangan dengan pembuktian, terlihat jauh sekali. “Bagaimana membuktikan adanya unsur TSM, kan faktanya di 14 kecamatan di Sumbawa justru sebagian mereka (Jarot-Mokhlis) yang menang? Maka intensitas itu yang kami pertanyakan sedari awal,” sahutnya.

Wahid mendaku tak mempersoalkan kehadiran Refly Harun dalam persidangan kali ini. Sebab, Refly berbicara sesuai kapasitas keilmuannya, dengan fokusnya adalah asas, prinsip dan pelanggaran TSM. Pemaparan Refly dinilai oke, tapi belum masuk ke unsur yang masuk TSM di Pilkada Sumbawa. “Jadi, jauhlah saksi ahli menerangkan kesaksian yang bukan fakta,” ucapnya kalem.

Baca juga :  Kwarda Bali Angkat Kakak-Adik di Banjar Panca Dharma Jadi Keluarga Asuh

Meski penggugat menghadirkan ahli selevel Refly Harun, dia berkata belum berpikir untuk menghadirkan ahli nasional dengan tingkatan “setara”. “Nanti selepas sidang akan kami rapatkan dengan kuasa hukum lain serta tim pemenangan paslon Mo-Novi, apakah perlu menghadirkan saksi ahli nasional atau tidak,” cetusnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.