POSMERDEKA.COM, MATARAM – Komisi Informasi (KI) Pusat melakukan visitasi ke Bawaslu Provinsi NTB, Kamis (6/4/2023) sebagai tahap akhir penilaian Anugerah Tinarbuka terhadap organisasi perangkat daerah terbaik, penyelenggara pemilu terbaik, dan kepala daerah kota atau kabupaten terbaik. Anugerah ini dalam rangka memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2023.
Untuk NTB terdapat dua wakil, yakni Bawaslu NTB yang berhasil masuk nominasi 10 besar hasil Uji Kepatutan Kategori Penyelenggara Pemilu. Satu lagi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma yang masuk Kategori Kepala/Direktur/Pimpinan SKPD yang diwakili Kepala RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida.
Wakil Ketua KI Pusat, Arya Sandhiyudha, mengatakan, keterbukaan informasi oleh penyelenggara pemilu akan memunculkan demokrasi yang bisa berjalan baik dan transparan. Dia mencontohkan bagaimana negara di kawasan Uni Eropa sejak lama menerapkan kepemiluan, yang semua prosesnya dilakukan secara terbuka. Keterbukaan soal kepemiluan disebut memicu masyarakat selalu ikut serta dalam setiap tahapan pemilu.
“Kenapa Eropa bisa maju sistem informasi kepemiluannya, karena proses seleksi penyelenggara pemilu sudah baik. Tentu masyarakat yang sadar pemilu akan memicu pelaksanaan pemilu itu dapat berkualitas,” papar Sandhiyudha dalam sambutannya.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, mengklaim semangat keterbukaan informasi terkait kepemiluan sudah menjalar hingga panwascam di semua wilayah NTB. “Insya Allah, kami siap mengawal proses Pemilu 2024 agar dapat melahirkan pemimpin yang terbaik,”janjinya.
Itratip menambahkan, dari 10 Bawaslu di NTB, baru satu yang menjadi satuan kerja sendiri yakni Bawaslu Kota Mataram. “Sembilan kabupaten/kota lainnya masih ikut di Satker Bawaslu NTB,” lugasnya menandaskan. rul
























