POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP negeri/swasta di Kota Denpasar mulai digelar, Senin (10/7/2023) hingga Kamis (13/7/2023). Selama pelaksanaan MPLS, pihak sekolah dilarang memberikan tugas ke siswa baru yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Kamis (6/7/2023) mengatakan, pelaksanaan MPLS bagi siswa baru dilakukan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif, menarik, dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang nyaman bagi siswa. Pada MPLS ini juga dimanfaatkan juga untuk pembekalan informasi tentang kesehatan dengan materi kesehatan reproduksi remaja.
Agung Wiratama menambahkan, pentingnya materi kesehatan reproduksi remaja dimasukkan dalam MPLS mengingat masa remaja adalah masa di mana terjadi peralihan dari fase anak-anak menuju dewasa. Di masa ini para remaja, khususnya remaja tingkat SMP, sedang mengalami pubertas.
Pubertas adalah proses perubahan fisik anak-anak menjadi orang dewasa yang ditandai dengan matangnya organ reproduksi. “Kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan, justru penting untuk dipelajari. Remaja SMP tentunya perlu memahami hal-hal seputar kesehatan reproduksi. Menyadari pentingnya edukasi kesehatan reproduksi remaja, makanya pada MPLS ini penting dimasukkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja,” kata Agung Wiratama.
Pihaknya telah mengirimkan jadwal pelaksanaan MPLS ke masing-masing sekolah. Jadwal ini yang digunakan sebagai acuan bagi sekolah dalam melaksanakan kegiatan MPLS bagi siswa baru. MPLS dimulai serentak pukul 07.00 Wita dan sebelum berangkat ke sekolah, orangtua memastikan bahwa siswa dalam kondisi sehat.
Dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, pihak sekolah tidak boleh memberikan tugas ke siswa baru berupa kegiatan yang tidak sesuai dengan aktivitas pembelajaran siswa. Apalagi tugas yang diberikan itu memberatkan bagi mereka.
“Termasuk dilarang mempersulit peserta didik dengan mewajibkan atribut nyeleneh. Selain itu, tidak boleh ada bentuk kekerasan baik secara fisik maupun verbal,” lugas Agung Wiratama.
Sebab inti dari MPLS sendiri, sambung Agung Wiratama, adalah penanaman nilai-nilai pendidikan karakter agar siswa menjadi lebih baik dari aspek kesantunan, kedisiplinan dan sikap bela negara. Ini juga terkait dengan tema sentral MPLS SMP Kota Denpasar, yakni ‘’Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2023/2024 Kita Kobarkan Semangat Merdeka Belajar dengan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam”
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, lanjut Agung Wiratama, tetap melibatkan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, DLH, Dinas Kesehatan, PKBI, Diskominfo serta BNN dan Polri. Dalam MPLS ini juga diisi materi kesadaran berbangsa dan bernegara/wawasan kebangsaan.
Dia berharap, kegiatan ini bukan hanya mampu membangkitkan rasa cinta Tanah Air, tapi juga menjadi sarana untuk melihat minat, bakat serta keterampilan siswa. Terlebih seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar telah melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar.
Ditegaskan, nasionalisme sangat penting ditanamkan sejak dini untuk menangkal paham radikalisme di kalangan siswa. Dengan begitu, generasi masa depan bangsa memiliki self defence atas paham yang dapat mempengaruhi keutuhan NKRI.
Setelah penyelenggaraan kegiatan MPLS selesai, sekolah wajib mengumpulkan laporan MPLS ke Disdikpora Kota Denpasar. Beserta laporan pendidikan kesehatan reproduksi remaja. tra
























