SE Gubernur Bali Mengikuti Instruksi Pusat, Guna Melindungi Masyarakat Lebih Luas

  • Whatsapp
PROF Made Damriyasa (kiri) dan Made Arimbawa. foto: ist

DENPASAR- Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 2021 tahun 2020 guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 jelang Libur Natal dan Tahun Baru.

Salah satu point SE itu mewajibkan pelaku perjalanan termasuk wisatawan yang menggunakan transportasi udara, bahwa jika ingin ke Bali, menunjukkan surat keterangan hasil negatif swab berbasis PCR.

Bacaan Lainnya

Terkait dengan SE tersebut, salah satu netizen mengirim surat terbuka kepada Gubernur yang menyalahkan isinya menyudutkan kebijakan Gubernur Bali itu. Surat terbuka itu, prinsipnya menyalahkan setiap kebijakan pimpinan orang nomor satu tersebut. Ia menulis, membuat aturan kok mendadak seperti baru bangun, dan menyulitkan wisatawan yang ingin ke Bali akhir tahun ini.

Terkait dengan SE Gubernur Nomor 2021 tersebut, Kordinator Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Prof Made Damriyasa mengatakan Rabu (16/12/2020), bahwa dirinya ikut mempersiapkan SE itu.

“SE itu mengikuti instruksi Pemerintah Pusat. Bagaimana pelaksanaannya, sudah dirapatkan dengan pihak Polda dan Pangdam Udayana serta seluruh jajaran terkait,” kata Prof Damriyasa yang juga Rektor UNHI itu.

Ia juga menegaskan, tujuan SE tersebut menyelamatkan masyarakar yang lebih banyak di Bali, mengingat wabah Covid-19 semakin naik belakangan ini di Indonesia, termasuk di Bali yang ditandai dengan munculnya klaster baru.

Baca juga :  Jalur Galian C Disinyalir Jadi Penyebab Jalan Pasar Agung Rusak

Di bagian lain, anggota Pokli Pembangunan Made Arimbawa SH mengatakan, oposisi jalanan selalu akan mencari celah untuk menyalahkan Gubernur Bali. Mereka tidak akan pernah memberikan solusi dan jalan keluar, sebab wabah Covid-19 tidak dapat dikontrol sesuai dengan harapan manusia di muka bumi ini.

Mantan anggota DPRD Bali itu mengatakan, semua pihak termasuk pemerintah, pasti menginginkan banyak tamu atau wisatawan datang ke Bali. Tetapi karena kondisi belum mengizinkan, bagaimana lagi.

Sebagai bagian dari NKRI, Bali terikat dengan kebijakan pemerintah pusat. Tidak boleh melawan keputusan pemerintahan lebih di atas.
“Hal-hal seperti ini yang sering tidak dipahami masyarakat banyak,dan dimanfaatkan oleh kalangan oposisi jalanan, untuk mencari panggung,” kata Arimbawa

Di bagian lain, Arimbawa menegaskan, tidak ada niat pemerintah untuk menyengsarakan rakyatnya. Semua ingin supaya Covid-19 segera berakhir, sehingga masyarakat Bali segera dapat menikmati kondisi normal, sektor pariwisata berjalan lancar dan ekonomi rakyat Bali bertumbuh naik.

Arimbawa juga sepakat, SE Gubernur nomor 2021 niatnya menjaga Bali ke depan, sehingga rakyatnya selamat. 021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.